Sudah Tiga Minggu, Jembatan Bailey yang Akan Hubungkan Tasikmayala Selatan dan Garut Belum Selesai

Tiga minggu setelah banjir bandang di Kabupaten Tasikmalaya, jembatan bailey untuk menggantikan Jembatan Pesaggrahan belum juga selesai.

Sudah Tiga Minggu, Jembatan Bailey yang Akan Hubungkan Tasikmayala Selatan dan Garut Belum Selesai
Tribun Jabar/Isep Heri
Sejumlah petugas dari Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional tengah mempersiapkan material bailey yang akan dipasang untuk menghubungkan akses nasional di Kabupaten Tasikmalaya Selatan, Cipatujah, Rabu (7/11/2018) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Memasuki pekan ketiga pascabanjir bandang, Satuan Kerja Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (B2PJN) Wilayah III Jawa Barat masih melakukan pengerjaan jembatan sementara (bailey) pengganti jembatan Pesanggrahan yang putus.

Jembatan Pesanggrahan yang ada di Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya putus saat banjir bandang melanda kawasan tersebut, 6 November 2018.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (28/11/2018) siang, Kepala Satuan Kerja B2PJN Wilayah III Jawa Barat, Andry Irfan, mengatakan saat ini pengerjaan bailey sudah memasuki tahap pemasangan tuas jembatan di atas permukaan sungai.

"Pekan lalu pemasangan tiang pancang sudah beres, saat ini progresnya pemasangan tuas jembatan. Ini juga bisa dikatakan sebagai tahap erection bailey" kata Andry Irfan.

Selain itu, dalam waktu dekat ini Andry Irfan mengatakan timnya akan melakukan penghancuran material jembatan Pesanggrahan yang ambruk dan masih berada di dalam sungai.

Sejumlah petugas dari Satuan Kerja Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (B2PJN) Wilayah III Jawa Barat tengah merangkai komponen bailey di atas Jembatan Pesanggarahan yang sebagian ambruk, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (9/11/2018).
Sejumlah petugas dari Satuan Kerja Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (B2PJN) Wilayah III Jawa Barat tengah merangkai komponen bailey di atas Jembatan Pesanggarahan yang sebagian ambruk, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (9/11/2018). (Tribun Jabar/Haryanto)

Secara teknis dalam pemasangan bailey selama ini diakui Asisten Kepala Satuan Kerja Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (B2PJN) Wilayah III Jawa Barat, Zahril, tidak menemui kendala selain kendala cuaca.

“Hujan lebat kerap turun. Arus sungai pun otomatis menjadi cukup deras sehingga berpengaruh terhadap proses pembuatan jembatan,” kata Zahri saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Aliran sungai yang cukup deras membawa serta material semisal dahan pohon dan sampah lainnya.

"Tentu itu cukup menghambat, sebelum masang ponton juga, kan, kemaren petugas harus bersihin dulu material itu biar ponton bisa lancar," tuturnya.

Untuk pemasangan ruas jembatan saat ini timnya tengah mempersiapkan pemasangan bantalan baja sebagai tumpuan yang diposisikan di atas tiang pancang.

Dia belum bisa memastikan kapan bailey selesai dan bisa dipergunakan warga. Menurutnya proses sangat dipengaruhi dengan kondisi cuaca yang tak bisa diprediksi.

“Tetapi kami pastinya akan terus berusaha semaksimal mungkin agar jalur tersebut dapat tersambung kembali,” ujarnya.

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved