Penasihat Hukum Terdakwa Kasus Korupsi Senilai Rp 566 Miliar di BJB Syariah, Pelajari Dakwaan Jaksa

Terdakwa kasus dugaan korupsi di Bank Jabar Banten (BJB) Syariah, Yocie Gusman sudah menunjuk tim pengacara untuk mendampinginya

Penasihat Hukum Terdakwa Kasus Korupsi Senilai Rp 566 Miliar di BJB Syariah, Pelajari Dakwaan Jaksa
SyariahBank
BJB Syariah 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Terdakwa kasus dugaan korupsi di Bank Jabar Banten Syariah (BJB Syariah), Yocie Gusman sudah menunjuk tim pengacara untuk mendampinginya selama persidangan.

Perkara BJB Syariah itu sudah didaftarkan k‎e Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (26/11/2018) dengan nomor perkara 104/Pid.Sus-TPK/PN Bdg. Jaksa yang ditunjuk dalam kasus ini adalah Dr Erianto N SH MH.

"Perkaranya (BJB Syariah) sudah didaftarkan ke pengadilan. Betul saya tim penasihat hukumnya," ujar Iman Nurhaeman SH, penasihat hukum Yocie Gusman via ponselnya, Rabu (28/11/2018).

Dalam situs sistem informasi penelusuran perkara PN Bandung, jaksa menerapkan Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 dan Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pasal 2 dan 3 mengatur soal perbuatan melawan hukum yang memperkaya diri sendiri at‎au orang lain yang mengakibatkan kerugian keuangan negara. Sedangkan pasal 18 mengatur soal pidana tambahan dalam perkara korupsi seperti misalnya pidana perampasan barang hingga penggantian uang pengganti.

"Kami sudah menerima dakwaan dari jaksa pada Senin (26/11/2018) sore," kata Iman Nurhaeman. 

Kehidupan Ruben Onsu Jungkir Balik, Cuma Tidur 3,5 Jam Gantikan Istri Urus Rumah Tangga

Ia pun menambahkan timnya sedang mempelajari dakwaan jaksa untuk menentukan langkah selanjutnya dalam mendampingi terdakwa kasus BJB Syariah.

"Kami sedang pelajari dan diskusikan dengan klien apakah mengajukan eksepsi atau tidak karena kami ‎baru menerima dakwaannya," ujar Iman.

Seperti diketahui, kasus ini ditangani Direktorat Tipikor Bareskrim Mabes Polri. Dalam siaran pers pada Januari 2018, Bareskrim menyebut kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp 548,259,832,594 (Rp 548 miliar lebih).

Kasus ini bermula saat BJB Syariah menyalurkan kredit Rp 566,45 miliar untuk pembangunan Garut Super Blok pada PT Hastuka Sarana Karya milik Andi Winarto pada 2014.

Yocie diduga tidak menaati prosedur pemberian kredit saat memberikan kredit ke Andi Winato‎. Dana itu untuk membangun 161 ruko di Garut Superblok.

Namun, setelah dicairkan, Andi Winarto malah mengagunkan tanah induk dan bangunan ke bank lain. Setelah dana Rp 500 miliar lebih itu dicairkan, pembayaran kredit itu kemudian macet.

Pada penanganan kasus ini, penyidik Direktorat Tipikor Bareskrim Polri menyita aset senilai Rp 217 miliar‎. Salah satu aset tak bergerak yang disita antara lain sertifikat dan tanah seluas 7 ribu meter persegi di Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung, dua sertifikat tanah seluas 1,522 meter persegi dan 1,493 meter persegi di Kota Bandung

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved