Masuki Akhir Tahun, Perajin Terompet di Desa Jamblang Cirebon Mulai Tingkatkan Produksi
Dalam menyambut pergantian tahun masehi, para perajin terompet di Desa Jamblang, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, gencar meningkatkan produksi.
Penulis: Siti Masithoh | Editor: Yongky Yulius
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Dalam menyambut pergantian tahun masehi, para perajin terompet di Desa Jamblang, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, gencar meningkatkan produksi.
Terompet yang dibuat warga Jamblang tersebut biasa dijual ke berbagai daerah luar Cirebon.
Terompet ini hanya menjadi mainan anak-anak pada hari biasanya.
Menghadapi akhir tahun, terompet kian banyak diminati berbagai kalangan untuk memperingati pergantian akhir tahun.
Terompet juga biasanya menjadi satu di antara beberapa barang yang diburu saat akhir tahun.
"Sebulan menjelang akhir tahun ini kita produksi terompet meningkat sekitar 50 persen," ujar Patma (46), seorang perajin terompet, saat ditemui di rumahnya, di Desa Jamblang, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, Rabu (28/11/2018).
Dalam membuat terompet, mulanya perajin membuat dan menjemur bodi terompet yang terbuat dari kertas.
• Teriakan dan Bunyi Terompet Bersautan di Alun-alun Lembang

Setelah itu membuat selang yang melengkung menyerupai tubuh naga.
Untuk menciptakan bodi terompet yang menarik, perajin mulai menghias batang terompet dengan aneka warna plastik metal serta aksesoris.
Aksesoris yang biasa ditambahkan yaitu hiasan menyerupai kaki, kulit, dan kepala naga.
• Yuk Tahun Baruan Sambil Merayakan HUT ke-25 Hotel Santika Cirebon
Patma sendiri menjadi perajin terompet sejak belasan tahun yang lalu.
Selama tahun 2018, ia sudah memproduksi lebih dari 10 ribu terompet hias.
"Selain yang menyerupai naga, ada yang bentuknya kupu-kupu juga," kata Patma.
Rata-rata terompet yang dijual warga Jamblang dibanderol Rp 10 ribu.