Gombal Asap Sajikan Menu Ikan Asap yang Jarang Ada di Bandung, Check Lokasinya
Pemilik restoran Gombal Asap, Cicilia Dewi Sartika mengatakan Gombal Asap adalah nama singkatan yang artinya sego sambal ikan asap.
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Ravianto
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menu kuliner spesifik yang menyediakan ikan laut memang tidaklah banyak.
Bisa dihitung jari keberadaan restoran seafood yang menyediakan menu ikan dengan nama yang jarang dikenal.
Biasanya restoran ikan laut di Bandung banyak menyajikan menu cumi, udang, gurame, kepiting, dan kerang di mana rasanya sudah biasa dikenal oleh lidah orang Bandung.
Nahh kali ini Tribun Jabar menemukan restoran dengan nama Gombal Asap yang menyajikan berbagai jenis ikan laut dan ikannya tak banyak ditemukan di tempat lain.
Pemilik restoran Gombal Asap, Cicilia Dewi Sartika mengatakan Gombal Asap adalah nama singkatan yang artinya sego sambal ikan asap.
Cicilia yang dilahirkan di daearah pesisir laut memang sejak kecil menyukai ikan asap.
Ia membuka usaha Gombal Asap pada 2016 tepatnya di halaman Gudeg Banda, Ciliwung yang kini telah pindah ke tempat yang lebih luas di Jalan Jalaprang No 4.
"Waktu awal membuka Gombal Asap ada perasaan ragu bakalan laku nggak yaa, soalnya orang Bandung masih belum banyak yang tahu ikan asap," ujar Cicilia Dewi Sartika saat ditemui di restonya, Selasa (27/11/2018).
Cicilia Dewi Sartika mengatakan untuk memperkenlkan rasa ikan asap ini, Ia membutuhkan usaha yang tinggi karena lidah orang Bandung yang belum terbiasa dengan rasanya.
Pembeli yang datang justru kebanyakan berasal dari luar daerah Jawa Barat karena sudah kenal rasanya dan mereka jarang bisa menemukan rasa ikan asap di Bandung.
"Kami menyediakan ikan laut segar yang sudah diasap seperti bawal, kakap putih, putihan, marmoyo, tenggiri, tongkol, banyar, barrakuda, dan pari," ujar Cicilia Dewi Sartika.
Menu ikan tersebut memang jarang ditemukan di berbagai restoran, apalagi dimasaknya dengan teknik diasap.
Ikan Gombal Asap diambil langsung dari Jawa Timur yang dibeli langsung di nelayan perahu kecil, Cicilia Dewi Sartika pun menyebutkan jika proses pengasapannya dilakukan di tempat yang sama.
"Proses pengasapannya dilakukan secara tradisional, yaitu menggunakan cerobong asap di mana ikannya dbakar dengan kayu. Proses pengasapan dilakukan selama satu jam," ucapnya.
Semua jenis ikan diasap dengan waktu yang sama, sehingga setiap ikan akan memberikan aroma asap yang berbeda.
Ikan yang diasap tidak menggunakan bumbu penyedap lainnya, alasannya adalah supaya rasa ikannya lebih segar.
"Saya ingin memperkenalkan rasa ikan yang natural. Setiap jenis ikan dagingnya berbeda-beda rasanya walaupun tidak pakai bumbu apapun ada juga yang rasanya manis," ucapnya.
Hal yang menjadi pembeda lainnya di Gombal Asap ini adalah Anda harus menikmatinya dengan sambal terasi.
Sambal buatan sang mertua ini menjadi pelengkap ikan asap sehingga akan memberikan sensasi berbeda di setiap rasanya.
Untuk bisa menikmati menu Gombal Asap, Anda hanya perlu mengeluarkan kocek Rp 25.000-50.000 saja. Restoran ini buka setiap hari pukul 10.00-20.00 WIB.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/menu-ikan-asap-di-gombal-asap.jpg)