Baru Sehari Pipa PDAM Pecah, Permintaan Air Tangki Belum Meningkat, Perbaikan Tuntas 3 Hari Lagi

Perbaikan pipa transmisi Cisangkuy milik PDAM Tirtawening Kota Bandung yang pecah di Banjaran, Kabupaten Bandung baru 30 persen

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Pekerja sedang memperbaiki pipa transmisi Cisangkuy yang pecah di Jalan Banjaran - Pangalengan Km 6, RT 01 RW 12, Desa Margahurip, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Minggu (25/11/2018). Pipa berjenis DCIP (Ductile Cast Iron Pipe) dengan diameter 850 mm yang sudah berumur sekitar 20 tahun itu pecah sekitar pukul 03.30 WIB, hingga mengakibatkan lima rumah yang ada di sekitar pipa terendam air. Perbaikan pipa tersebut diperkirakan akan memakan waktu sekitar empat hari. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Perbaikan pipa transmisi Cisangkuy milik PDAM Tirtawening Kota Bandung yang pecah di Banjaran, Kabupaten Bandung baru 30 persen, sehingga aliran air ke Badaksinga pun masih terhenti.

"Perbaikan butuh waktu empat hari jika cuaca cerah dan tidak macet, mudah mudahan cuaca mendukung dan tak ada gangguan," ujar Direktur Utama PDAM Tirtawening, Sonny Salimi di kantornya, Senin (26/11/2018).

Menurut Sonny, pecahnya pipa PDAM belum berdampak kekurangan air bagi pelanggan karena baru sehari, kemungkinan pelanggan masih banyak persediaan ditambah hujan terus-menerus. "Bisa saja, pelanggan masih ada persediaan atau memanfaatkan air hujan," ujar Sonny.

Sonny menilai pecahnya pipa belum berdampak ke pelanggan karena sampai saat ini permintaan air tangki tak ada kenaikan. "Mudah-mudahan perbaikan pipa segera selesai sehingga air bisa kembali normal," ujarnya.

Menurut Sonny, akibat pipa pecah di Desa Margahurip, Banjaran, Kabupaten Bandung itu, kerugian yang diderita PDAM akibat kehilangan air 800 liter per detik mencapai kerugian Rp 150 juta per hari. Sedangkan perbaikan pipa mencapai Rp 400 juta.

Sonny mengatakan masalah kerugian risiko perusahaan namun yang terpenting pelayananan kepada pelanggan harus diprioritaskan.

Saat Banjir Terjang Rumahnya, Warsih Pilih Berendam karena Loteng Rumahnya Lapuk, Kini Sudah Surut

"Warga yang butuh air agar menghubungi PDAM baik kelompok maupun perorangan akan dilayani dengan air tangki,' ujar Sonny.

Sonny menjamin, air tidak akan kosong sama sekali karena masih ada persediaan, namun durasi berkurang yang semula ngocor 6 jam jadi 3 jam karena harus dibagi dan dihemat.

Diberitakan sebelumnya, pipa PDAM pecah pukul 03.30 ,Minggu (25/11/2018). Pipa berjenis DCIP (Ductile Cast Iron Pipe) dengan diameter 850 mm berlokasi di RT 01/12 Desa Margahurip, Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung, Km 6.

Pipa berumur 28 tahun di jalur Cisangkuy Baru ini merupakan penghantar air baku dari Cikalong ke Instalasi Pengolahan Air Badaksinga.


Akibat pecahnya pipa tersebut, sekitar 103.820 sambungan langganan (SL) akan terganggu sekitar 4-5 hari sejak terjadinya pecah.

"Kami sudah menyediakan 13 unit mobil tangki yang akan menjangkau daerah-daerah yang mengalami gangguan. Pelanggan dapat memesannya secara kolektif dengan dikoordinir oleh pengurus RW setempat," kata Sonny.

Untuk mendapatkan pelayanan itu, para pelanggan yang terganggu dapat menghubungi Kantor Pelayanan Air Tangki Jln. Surapati no.67. Bandung, No. Telepon 022- 2507993 dan No. WhatsApp 0821 27242863. Untuk Pengaduan Wilayah Barat No. Telepon 022-20451166, Wilayah Timur No. Telepon 022- 7204227.

Penulis: Tiah SM
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved