Sewaktu Bocah, Wong Arta Pilih Beli Pensil Ketimbang Jajan, Saat SMP Sudah Melukis Kaca

Meskipun orangtuanya, Kartini dan Meisda, merupakan penari topeng Cirebon, Wong Arta lebih menyukai seni lukis.

Sewaktu Bocah, Wong Arta Pilih Beli Pensil Ketimbang Jajan, Saat SMP Sudah Melukis Kaca
tribunjabar/siti masithoh
Wong Arta (45) saat menunjukkan lukisan Perahu Compreng yang dibuat menggunakan telapak tangan dalam 12 menit 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Wong Arta (45), sudah menyukai lukisan sebelum duduk di Sekolah Dasar (SD).

Meskipun orangtuanya, Kartini dan Meisda, merupakan penari topeng Cirebon, Wong Arta lebih menyukai seni lukis.

Anak kedua dari lima bersaudara tersebut, sejak kecil tidak menyukai jajanan seperti anak-anak seusianya.

Uang jajan dari orangtuanya, lebih dipilih untuk membeli buku gambar serta pensil. Tiada hari yang ia lalui tanpa melukis.

"Saya pas kecil selalu minta jajan pensil. Pelajaran sekolah yang tulis menulis itu saya kurang suka, saya malah maunya selalu menggambar," kata Arta saat ditemui di Kedawung, Cirebon, Minggu (25/11/2018).

Ketika duduk di kursi SMP, Arta mulai menekuni hobinya tersebut. Ia mulai melukis di kanvas dan kaca.

Sejak saat itu, ia sudah dapat menghasilkan lukisan kaca yang bisa dijual. Kisaran harganya tidak besar, namun membuat Arta senang dan bangga.

Perjuangan Tim Baseball SAF Indonesia Terhenti di Semifinal, Turkey Tournament 2018 di Singapura

Pada tahun 2000, Arta mulai menekuni melukis pada kanvas. Ia belajar melukis di Jakarta dan banyak diajak bergabung oleh para pelukis lainnya.

Karakter lukisan yang disukai Arta yaitu karakter sosial dan tradisi.

Saat ini, lukisan favoritnya adalah lukisan Prabu Siliwangi. Ada sekitar 12 lukisan yang ia hasilkan dari kisah Prabu Siliwangi.


"Dulu saya itu nggak mau lukisan Prabu Siliwangi dijual, tapi ada pembeli yang sangat menginginkannya, lalu saya jual Rp 13 juta," tambahnya.

Selama ini, menurutnya, lukisannya banyak dibeli oleh kolektor dari luar negeri, semisal Singapura dan Belanda.

Penulis: Siti Masithoh
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved