Kunjungi Tanah Sereal, Pelaku UMKM Curhat ke Eddy Soeparno

Berkunjung ke Tanah Sereal, Eddy Soeparno mendapat keluhan dari pelaku UMKM yang kalah bersaing mendapatkan bahan baku limbah.

Kunjungi Tanah Sereal, Pelaku UMKM Curhat ke Eddy Soeparno
istimewa
Sekjen PAN yang juga calon anggota DPR RI dari PAN, Eddy Soeparno melihat bahan mentah olahan limbah pabrik milik pelaku UMKM di Mekarwangi, Tanah Sareal, Kota Bogor. 

TRIBUNJABAR.ID, BOGOR - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PAN, Eddy Soeparno berkomitmen untuk memperjuangkan pemanfaatan limbah pabrik tidak hanya untuk perusahaan besar tapi juga pelaku UMKM di masyarakat.

Pasalnya, pelaku UMKM kerap dinomor duakan dalam memperoleh bahan baku dari limbah karena kalah bersaing dengan pemilik modal besar.

"Kita harus memproteksi kepentingan UMKM agar perekonomian di masyarakat terus berjalan" ujar Kang Eddy, sapaan karibnya, Minggu (25/11/2018).

Ia menambahkan, nilai ekonomi yang dimiliki oleh limbah pabrik sangat tinggi jika dimanfaatkan dengan baik. Tidak heran banyak pelaku bisnis yang bersaing untuk mendapatkan limbah dari pabrik-pabrik untuk diolah menjadi barang yang dapat dijual.

"Walaupun namanya limbah tapi masih memiliki nilai jual tinggi jadi banyak yang bersaing," katanya.

Calon anggota DPR RI dari Dapil Jabar III ini menambahkan, UMKM harus mendapatkan bagian untuk pemanfaatan limbah tersebut. Tidak hanya itu, ia menilai perekonomian di masyarakat tidak hanya dijalankan oleh pemilik modal besar saja tapi juga pelaku industri rumahan atau UMKM.

"UMKM adalah bantalan perekonomian nasional kita wajib mendukung dan membantu agar kesejahteraan masyarakat dapat terjamin," ujar Kang Eddy.

Sebelumnya, ketika sedang melakukan blusukan di Mekarwangi, Tanah Sareal, Kota Bogor para pegiat UMKM yakni Hasanudin (37) dan Pendi (45) mengeluhkan kesulitan mendapatkan bahan baku dari perusahan karena harus bersaing dengan pemodal besar yang menginginkan bahan baku yang sama.

"Mereka memiliki modal besar dan kami dianaktirikan, kalau tidak ada bahannya kami terpaksa tidak memproduksi," ujar Hasanudin.

Pelaku UMKM pembuatan lemari Pendi berharap Kang Eddy dapat memperjuangkan nasib pelaku UMKM. Menurutnya, UMKM masih sangat perlu perhatian dari pemerintah daerah dan pusat.

Editor: taufik ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved