Gunung Merapi Luncurkan Lava, Warga Diminta Jauhi Radius 3Km dari Puncak

Gunung Merapi tercatat telah mengeluarkan guguran lava yang terjadi 4 kali dan mengarah ke Kali Gendol.

Editor: Ravianto
Twitter@Sutopo_PN
Erupsi Gunung Merapi 1 Juni 2018 

TRIBUNJABAR.ID, SLEMAN - Gunung Merapi, gunung teraktif di dunia masih menunjukkan status waspada sejak 22 Agustus 2018 yang lalu.

Gunung Merapi tercatat telah mengeluarkan guguran lava yang terjadi 4 kali dan mengarah ke Kali Gendol.

Gunung Merapi telah mengeluarkan guguran lava sebanyak 4 kali pada Sabtu (24/11/2018).

Menurut pantauan Tribunnews.com di akun Twitter @BPPTKG, BPPTKG telah menghimbau warga Gunung Merapi untuk menjauhi radius 3 km dari puncak.

BPPTKG telah mengeluarkan siaran pers bahwa Gunung Merapi berstatus waspada level 2.

Dalam siaran pers tersebut, BPPTKG menyampaikan bahwa pertumbuhan kubah lava terus terjadi.

Guguran lava mulai terjadi pada tanggal 22 Agustus 2018 yang dominan mengarah ke barat laut dalam area kawah.

Pada tanggal 23 November 2018 malam, terjadi guguran lava sebanyak 4 kali mengarah ke bukaan kawah, hulu Kali Gendol.

Jarak luncur guguran maksimal 300 m terjadi pada pukul 19.05 WIB.

Intensitas guguran lava rendah dengan potensi material yang kecil sehingga belum membahayakan penduduk.

Namun, BPPTKG tetap merekomendasikan kepada masyarakat untuk menjauhi radius 3 km dari puncak.

BPPTKG juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa.

Masyarakat di Kawasan Rawan Bencana III diimbau untuk terus mengikuti informasi pertumbuhan dan guguran lava.

Jika terjadi perubahan aktivitas Gunung Merapi yang signifikan, BPPTKG akan segera meninjau kembali status Gunung Merapi,

Hingga saat ini, Gunung Merapi terpantau berkabut di pagi hari dan belum menunjukkan aktivitas yang berarti.

Menurut BPPTKG, posisi kubah lava Gunung Merapi saat ini masih stabil.

Melalui rekaman seismograf tanggal 23 November 2018, tercatat ada 38 kali gempa guguran, 4 kali gempa hembusan, 6 kali gempa low frequency, dan 2 kali gempa hybrid.(Tribunnews.com/Whiesa)

Sumber: Tribun Solo
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved