Ada Kepuasan saat Melukis Menggunakan Telapak Tangan, Wong Arta Ingin Terus Menekuninya

Perpaduan cat saat melukis menggunakan telapak tangan dianggap lebih memacu pikiran karena menuangkannya langsung dalam kanvas.

Ada Kepuasan saat Melukis Menggunakan Telapak Tangan, Wong Arta Ingin Terus Menekuninya
tribunjabar/siti masithoh
Wong Arta (45) saat menunjukkan lukisan Perahu Compreng yang dibuat menggunakan telapak tangan dalam 12 menit 

"Ada kepuasaan saat saya melukis menggunakan telapak tangan. Kalau pakai kuas itu sudah banyak dilakukan banyak orang," katanya.

Menurut Arta, melukis menggunakan telapak tangan itu dapat menyatukan emosional jiwa.

Perpaduan cat saat melukis menggunakan telapak tangan dianggap lebih memacu pikiran karena menuangkannya langsung dalam kanvas.

Awalnya, ia merasa kesulitan saat pertama melukis dengan telapak tangan.

Polres Cimahi Dukung Diadakannya CFD, Siapkan Rekayasa Arus Lalu Lintas

Namun, bermula dari kegigihannya untuk terus mencoba, karyanya semakin bagus dan banyak dijual ke luar negeri.

Keputusannya untuk menggunakan teknik baru buatnya itu didukung penuh oleh istrinya, Rohati (45).

Tiga dari lima anaknya pun ikut terjun menjadi pelukis dan banyak menorehkan prestasi.

"Anak perempuan biasanya melukis fashion, kalau anak laki-laki melukis yang metal-metal gitu," kata Arta.

Arta bercita-cita ingin menjadi seorang pelukis seperti maestro seni lukis Indonesia, Affandi Koesoema.

Ia pun banyak meniru lukisan dengan karakter-karakter yang biasa dilukis Affandi.

"Saya ingin terus meneruskan teknik lukis menggunakan telapak tangan ini. Kalau melukis pakai telapak tangan itu, menyatukan jiwa dan imajinasi. Hasilnya seperti apa, itu tergantung hati pelukisnya," ujar Arta.

Supardi Nasir Minta Pemain Persib Bandung U-19 Tak Congkak di Laga Final Lawan Persija Jakarta

Penulis: Siti Masithoh
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved