Istri Dihina dengan Sebutan Jablay, Suwandi Murka dan Tebas Tetangganya

Akibat tebasan tetangganya itu, Een Mayasari (35) harus dilarikan ke klinik setelah jarinya hampir putus.

Istri Dihina dengan Sebutan Jablay, Suwandi Murka dan Tebas Tetangganya
Facebook/Polsek Cisoka
Pria berinisial Su (45) di Desa Cempaka, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang ditangkap polisi karena melakukan tindak penganiayaan terhadap tetangganya yang berinisial EM (35). 

TRIBUNJABAR.ID, TANGERANG - Suwandi, warga di Desa Cempaka, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang diamankan polisi lantaran menebas tetangganya hingga jari nyaris putus.

Kapolsek Cisoka, AKP Uka Subakti mengungkapkan, Suwandi kesal karena korban sering menghina istrinya dengan sebutan jablay dan bandot setiap hari saat membeli sayur.

Akibat tebasan tetangganya itu, Een Mayasari (35) harus dilarikan ke klinik setelah jarinya hampir putus.

Kasus itu terjadi pada 15 November 2018 sekira pukul 09.15 WIB. Suwandi mendatangi Een dan langsung melayangkan pedang ke arahnya.

"Tak lama terlihat cekcok di lokasi kejadian pelaku yang membawa pedang lalu kalap membacokan pedang tersebut ke korban, hingga korban mengalami luka sobek pada bagian lengan dan jemari tangan kiri," jelas AKP Uka Subakti saat dikonfirmasi di Kabupaten Tangerang, Sabtu (24/11/2018).

Kasus penganiayaan ini pun kemudian dilaporkan warga ke Polsek Cisoka.

Berbekal laporan itu, polisi bergerak dan langsung melakukan penyelidikan dengan mendatangi rumah pelaku yang tak jauh dari rumah korban.

Namun, kata AKP Uka Subakti, pada saat itu pelaku tidak ada di rumahnya dan sudah melarikan diri.

Pada tanggal 20 November 2018 sore hari, pelaku berhasil ditangkap di tempat persembunyiannya di Jelambar, Grogol, Petamburan, Jakarta Barat.

"Pelaku kami tangkap di sebuah rumah kos. Dari tersangka kami sita senjata tajam jenis pedang bergagang karet plastik warna Hitam," tutur AKP Uka Subakti.

Dari hasil pemeriksaan, AKP Uka Subaktimenjelaskan, kasus ini dilatar belakangi pelaku kesal dengan korban yang sering menghina dan melecehkan istrinya.

"Motifnya itu pelaku sakit hati istrinya sering diejek korban. Saat istri pelaku belanja di tukang sayur sering dihina jablay dan dikatain bandot karena makannya kangkung terus seperti tidak punya suami," sambung dia.(*)

Penulis: Ega Alfreda

Berita ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul: Sakit Hati Istrinya Dihina Bandot, Pria di Cisoka Tebas Tetangganya Sampai Jari Nyaris Putus

Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved