Polisi: Almarhum Dufi Sudah Kenal dengan Tersangka Pembunuhnya di Bogor, Nurhadi

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan almarhum Dufi sudah mengenal para pelaku, M Nurhadi dan Sari Murniasih (SM).

Polisi: Almarhum Dufi Sudah Kenal dengan Tersangka Pembunuhnya di Bogor, Nurhadi
Kompas.com/SHERLY PUSPITA
M Nurhadi, terduga pembunuh mantan jurnalis Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi yang jenazahnya ditemukan di dalam drum, Bogor, Jawa Barat, Minggu (18/11/2018) diserahkan ke Polres Bogor. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Mabes Polri memberikan informasi terbaru terkait pembunuhan terhadap Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi yang mayatnya ditemukan di drum plastik pekan lalu.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan almarhum Dufi sudah mengenal para pelaku, M Nurhadi dan Sari Murniasih (SM).

Informasi itu didapat setelah polisi memeriksa dan mendapat keterangan dari M Nurhadi dan Sari Murniasih (SM) yang merupakan pasangan suami-istri itu.

"Bahwa korban sudah menjalin hubungan interaksi komunikasi dengan para tersangka," ujar Dedi di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (22/11/2018).

Keberadaan almarhum Dufi di rumah kontrakan pelaku pun disebut atas niat dari yang bersangkutan sendiri.

Nurhadi Mengira Abdullah Fithri Orang Kaya, Niat Jahat Timbul saat Lihat Dufi Bawa Barang Berharga

Diduga Terlibat Kasus Pembunuhan Dufi di Bogor, Istri Nurhadi Ikut Diciduk Polisi

Pelaku yakni Nurhadi pun mempersilakan Dufi untuk bertandang ke kontrakannya sesuai keinginannya.

"Kemudian korban sudah kontak dulu sama tersangka (Nurhadi) mau ke kontrakan. 'Oh ya silakan saja', datanglah (korban)," kata dia.

Saat bertamu itulah muncul niat jahat dari pelaku lantaran barang-barang berharga yang dibawa oleh almarhum.

Anggapan almarhum sebagai orang yang berada atau kaya juga menjadi alasan Nurhadi melakukan pembunuhan.

"Karena korban membawa barang-barang ada laptop, handphone, dan dipersepsikan tersangka Nurhadi, korban adalah orang yang berada karena membawa barang berharga. Akhirnya langsung dihajar pakai benda tajam,” ujar Dedi.

Halaman
12
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved