Pohon Imitasi yang Dipasang Pemkot Tasikmalaya di Jalan HZ Mustofa Dikritik Warga
Pohon imitasi yang dipasang Pemkot Tasikmalaya di Jalan HZ Mustofa menuai kritik dari warga.
Penulis: Isep Heri Herdiansah | Editor: taufik ismail
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri
TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Kehadiran pohon imitasi yang menghiasi median Jalan HZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, mendapatkan tanggapan kurang positif dari sejumlah warga.
Menurut sejumlah warga keberadaan delapan pohon imitasi tersebut, meski bermanfaat secara estetika tapi aspek lingkungan kurang diperhatikan.
Hendi Darmawan (25) misalnya, warga Cibaregbeg ini menilai keberadaan pohon imitasi di kawasan HZ Mustofa itu kurang bermanfaat dari aspek lingkungan.
"Kenapa juga enggak ditanami tanaman asli? Kalau tanaman imitasi enggak bisa menyerap polusi yang ditimbulkan kendaraan juga, kan?" kata Hendi saat ditemui Tribun Jabar, Jumat (23/11/2018) siang.
• Intip Hiasan Baru di Median Jalan Pusat Kota Tasikmalaya Ini, saat Malam Jadi Lebih Semarak
• Jalur Cisinga di Kabupaten Tasikmalaya Sudah Terhubung, Tetapi . . .
Hendi menambahkan keberadaan pohon kelapa imitasi juga tidak memberikan suasana sejuk di kawasan tersebut.
"Lebih baik, sih, tanaman asli, biar suasana jalanan juga lebih sejuk," ujarnya.
Senada dengan Hendi, warga lainnya Yeni Maulida (28) bahkan mempertanyakan konsep dan pemilihan oleh dinas terkait mengenai hiasan pohon kelapa imitasi yang jika malam hari berfungsi sebagai lampu jalan tersebut.
Menurutnya memang cukup bagus jika dilihat pada malam hari tapi jika pada siang hari pohon imitasi tersebut terlihat kaku dan mengganggu.
"Iya bagus, sih, kalo dilihat malam mah, tapi kalau siang kelihatan enggak hidup suasananya," ujar ibu rumah tangga ini.
Dia juga mempertanyakan kenapa mesti pohon kelapa imitasi yang menjadi hiasan median jalan, padahal masih banyak opsi yang lebih relevan dengan ikon kota Tasikmalaya.
"Lucu aja, sih, kenapa mesti kelapa, setahu saya kalau dekat pantai okelah. Tapi di Kota Tasikmalaya, kan, banyak juga ikon yang khasnya," kata dia.