Peringati Maulid Nabi, Al Masoem Ingin Anak Didik Contoh Ahlak Rasulullah

Al Masoem memperingati maulid Nabi Muhammad Saw. Mereka ingin anak didik mengikuti ahlak dan sifat Rasulullah.

Peringati Maulid Nabi, Al Masoem Ingin Anak Didik Contoh Ahlak Rasulullah
istimewa
Pengurus yayasan dan direksi Al Masoem serta ribuan siswa dan santri menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw 1440 H, yang diisi tausiah oleh Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung, H Abdul Mujib MAg, di Dome Al Masoem Jumat (23/11/2018). 

TRIBUNJABAR. ID, BANDUNG - Yayasan Al Masoem Bandung (YAB) menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H, yang dihadiri seluruh pengurus yayasan, Direksi Al Masoem, santriwan/santriwati, dan siswa-siswa didik Al Masoem.

Peringatan ini diisi tausiah Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung, H Abdul Mujib MAg, di Dome Al Masoem, Jumat (23/11/2018).

Ketua Yayasan Al Masoem Bandung, Dr Ir H. Ceppy Nasahi Ma'soem MS, mengatakan peringatan maulid ini merupakan ungkapan rasa bahagia atas kelahiran sosok yang dicintai dengan mencontoh seluruh ahlak Rasulullah dan sifat-sifatnya.

"Yayasan merasa sangat perlu dengan peringatan maulid ini, sebagai momentum untuk terus mencintai Nabi Muhammad dan terus meningkatkan perilaku baik, lewat empat sifat Nabi dan Rasulullah yakni shidiq, amanah, tabligh, dan fathonah," ujarnya

Abdul Mujib dalam tausiahnya menyampaikan esensi dari Maulid Nabi bukanlah memperingati hari kelahirannya, tapi mengamalkan ajaran, risalah, meneladaninya seluruh sikap, dan sifatnya.

"Sesungguhnya aku (Nabi Muhammad), diutus ke dunia ini, untuk menyempurnakan ahlak. Maju mundur sebuah bangsa, tergantung pada ahlak (peradaban) manusia itu sendiri. Ahlak pertama dibangun yang merupakan fondasi dari semuanya adalah ahlak terhadap pada sang pencipta (Allah SWT). Salah satu ahlak terhadap Sang Kholik adalah salat.
Bentuk nyata dan sederhana dari membangun ahlak baik pada Sang Kholik adalah dengan menjaga salat lima waktu", ujarnya.

Selanjutnya adalah membangun ahlak pada orang tua, terutama ibu. Rida Allah tergantung rida orang tua, kemurkaan Allah, tergantung kemurkaan orang tua.

"Guru sebagai perwakilan orang tua di sekolah, Ananda sebagai santri maupun siswa Al Masoem bangunlah ahlak kepada mereka-mereka yang mengantarkan seseorang jadi profesor, insinyur, arsitek, dan seterusnya, muliakan dan hormatilah mereka," ucapnya.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah membangun ahlak baik kepada tetangga, orang sekeliling, orang yang berdomisili terdekat dengan kita.

Yang terakhir adalah membangun ahlak baik pada pemimpin, pada umaro. "Kita wajib patuh pada pemimpin selama pemimpin kita mengajak kebaikan di Jalan Allah SWT," ujarnya.

Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved