Program Ajengan Masuk Sekolah, Cara Pemprov Jabar Tangkal Radikalisme

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan satu di antara tujuan Program Ajengan Masuk Sekolah (AMS) untuk menangkal paham radikalisme.

Program Ajengan Masuk Sekolah, Cara Pemprov Jabar Tangkal Radikalisme
Tribun Jabar/Theofilus Richard
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, saat ditemui wartawan setelah peluncuran program Ajengan Masuk Sekolah di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Bandung, Kamis (22/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan satu di antara tujuan Program Ajengan Masuk Sekolah (AMS) adalah memberikan pemahaman ilmu agama secara baik kepada siswa SMA/SMK yang sekaligus untuk menangkal paham radikalisme.

"Ini sedang dibahas dan programnya di samping (pendidikan) moral dan akhlak itu (penangkalan radikalimse) yang disampaikan," ujarnya ketika ditemui di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Rabu (22/11/2018).

Uu menyebut, anak usia remaja banyak ditargetkan beberapa kelompok untuk memasukan paham radikalisme.

"Menurut informasi yang kami terima, ada beberapa kelompok yang pilot project-nya usia usia seperti itu (siswa SMA)," ujarnya.

Uu mengatakan bahwa program AMS adalah upaya Pemprov Jabar menciptakan pendidikan karakter.

Dalam program ini, ajengan akan masuk ke kelas untuk mengajar agama Islam.

Dengan begitu, diharapkan ajengan dapat memberi pemahaman yang baik dalam ilmu agama.

Sehingga, di samping siswa memiliki wawasan baik di bidang akademik, juga memiliki pengetahuan yang cukup di bidang ilmu agama.

3 Kasus Pembunuhan Sadis dalam Sepekan di Jabodetabek, Terbaru Penemuan Mayat dalam Lemari

Ingin Membuat Panna Cotta, Sajian Cuci Mulut Ala Italia di Rumah? Ini Bahan dan Caranya

Berkas Kasus Pengeroyokan Haringga Sirla Dipisah Jadi Tiga Berkas, Tujuh Tersangka Usia Dewasa

"Diharapkan program ini mampu menjawab kekhawatiran orang tua di saat ada beberapa orang tua yang memiliki anak usia puber memperlihatkan akhlak di hadapan masyarakat dan orang tua yang tidak sesuai," ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa pendidikan agama langsung dari ajengan sangat penting karena pendidikan agama harus dilakukan secara terus menerus.

Saat ini, menurut Uu, waktu pendidikan agama di sekolah masih kurang.

"Dari segi waktu saja, hanya 2 jam seminggu. Sementara pendidikan agama perlu waktu dan pemaksaan dalam bidang muamalah," ujarnya.

Tetapi, ia menjamin progran AMS ini tidak akan mengurangi jam mata pelajaran lainnya.

Menurut Uu, siswa masih memiliki waktu yang banyak di sekolah untuk mendapat program AMS.

Penulis: Theofilus Richard
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved