Marak Pembunuhan Sadis, Polri: Tingkat Stress Masyarakat Kota Lebih Tinggi Dibandingkan Pedesaan

Keprihatinan Brigjen Pol Dedi Prasetyo ini sejalan dengan banyaknya angka kejadian atau kasus yang terjadi di Indonesia.

Marak Pembunuhan Sadis, Polri: Tingkat Stress Masyarakat Kota Lebih Tinggi Dibandingkan Pedesaan
ist
Tersangka Haris Simamora memperagakan aksinya dalam reka ulang pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Rabu (21/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengaku prihatin dengan banyaknya kasus pembunuhan yang terjadi dalam sepekan terakhir. 

"Polri sangat prihatin dengan fenomena tersebut. Meskipun dengan cepat jajaran Polri mampu mengungkap kasus pembunuhan tersebut," ujar Brigjen Pol Dedi Prasetyo, melalui pesan singkat, Kamis (22/11/2018).

Keprihatinan Brigjen Pol Dedi Prasetyo ini sejalan dengan banyaknya angka kejadian atau kasus yang terjadi di Indonesia.

Berdasarkan informasi yang diperolehnya, ia mengatakan data kasus pembunuhan sampai dengan bulan Oktober saja mencapai 625 kasus. 

Dari data itu, 574 kasus atau 92 persen diantaranya telah berhasil diungkap.

Yang mencengangkan lagi, adalah dari 80 persen kasus pembunuhan yang berhasil diungkap terdapat fakta di mana korban dan pelaku pernah saling berinteraksi, berhubungan dan berkomunikasi.

"Kasus tersebut memang sering terjadi di perkotaan yang menurut pakar psikologi tingkat stress masyarakat kota lebih tinggi dibandingkan pedesaan. Ini salah satu faktor pemicu emosional masyarakat yang berlebih," jelasnya.

Diketahui, dalam sepekan terakhir terjadi sejumlah kasus pembunuhan. Pertama, pembunuha n terhadap satu keluarga yang tinggal di Jalan Bojong Nangka 2, Pondok Melati, Bekasi, Selasa (13/11).

Polisi telah menetapkan Haris Simamora sebagai tersangka pembunuhan satu keluarga di Bekasi dan sudah melakukan penahanan.

HS ditangkap di kaki Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat, Rabu (14/11) sekitar pukul 22.00 WIB.

Kasus kedua, yakni pembunuhan terhadap Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi yang dimasukan kedalam drum dan ditemukan oleh masyarakat, di Klapanunggal, Kabupaten Bogor, pada Minggu (18/11/2018), sekitar pukul 06.30 WIB.

Polisi membekuk tersangka M. Nurhadi di rumah kontrakannya di Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (20/11/2018).

Kasus pembunuhan ketiga terjadi pada perempuan bernama Iin Puspita. Ia ditemukan sudah tidak bernyawa pada Selasa (20/11/2018) lalu. 

Mayatnya berada di dalam lemari kos-kosan di kawasan Kelurahan Tegal Parang, Mampang, Jakarta Selatan. 

Beberapa saat kemudian, kedua pelaku yakni Yustian dan Nissa Regina dibekuk polisi saat berusaha kabur di wilayah Merangin, Jambi.(*)

Editor: Ravianto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved