Kampung Keputihan, Atap Daun Tebu Dinding Anyaman Bambu, Jika Bahan Diganti Takut Jadi Musibah

Memasuki Kampung Keputihan di Desa Kertasari, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, kita akan melihat kebun yang ditumbuhi oleh banyak bambu

Kampung Keputihan, Atap Daun Tebu Dinding Anyaman Bambu, Jika Bahan Diganti Takut Jadi Musibah
tribunjabar/siti masithoh
Kondisi rumah yang masih asli menggunakan atap dari daun tebu dan dindingnya dari anyaman bambu di Kampung Keputihan, Desa Kertasari, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Kamis (22/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Memasuki Kampung Keputihan di Desa Kertasari, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, kita akan melihat kebun yang ditumbuhi oleh banyak bambu.

Kampung Keputihan letaknya tidak jauh dari pemukiman modern warga di desa tersebut. Kira-kira hanya 50 meter dari jalan utama desa.

Sejumlah perempuan tampak sedang menganyam net di depan rumahnya. Kondisinya sangat sepi dan masih jarang rumah.

Ya, di Kampung Keputihan hanya ada 17 rumah. Itu pun tidak ada rumah yang dindingnya dibuat dari tembok.

Kampung Keputihan adalah sebuah kampung yang menjunjung tinggi tradisi leluhurnya.

Dalam aturannya, di kampung tersebut, atap rumah warganya dibuat dari daun tebu. Sedangkan dindingnya, terbuat dari anyaman bambu.

Jika ada warga yang melanggar, dipercaya akan mendapatkan musibah, semisal meninggal ataupun sakit keras.

Persib Bandung Tetap Targetkan 3 Poin Saat Menjamu Perseru Serui di Bali, Ini Penjelasan Mario Gomez

Namun, sejak lima tahun terakhir, tradisi tersebut mulai punah. Dari 17 rumah yang ada, hanya tinggal tiga rumah yang mempertahankan aturan tersebut.

14 rumah yang ada di Kampung Keputihan mengganti atap rumahnya menggunakan asbes dan dindingnya menggunakan triplek.

Halaman
123
Penulis: Siti Masithoh
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved