Ketua DPR Sebut Baiq Nurul Bukan Pelaku tapi Korban Kejahatan

Bambang Soesatyo menilai, seharusnya Baiq Nuril tidak dihukum karena bukan pelaku kejahatan

Ketua DPR Sebut Baiq Nurul Bukan Pelaku tapi Korban Kejahatan
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ketua DPR Bambang Soesatyo 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Bambang Soesatyo berpendapat ada ketidakadilan dalam proses hukum kasus Baiq Nuril.

Bambang Soesatyo menilai, seharusnya Baiq Nuril tidak dihukum karena bukan pelaku kejahatan. "Dia adalah korban, bukan pelaku kejahatan," ujar Bambang Soesatyo di Kompleks Parlemen, Rabu (21/11/2018).

Dia mengapresiasi Kejaksaan Agung yang menunda eksekusi terhadap Baiq Nuril. Politisi Partai Golkar ini juga berharap proses peninjauan kembali yang rencananya akan diajukan Nuril bisa berjalan dengan lancar.

"Saya memberikan apresiasi kepada kejaksaan yang menunda hukuman yang bersangkutan dan saya berharap kasus ini bisa diselesaikan dengan baik," ujar Bambang Soesatyo.

Bambang Soesatyo mengatakan, saat ini DPR juga tengah membahas Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual. Dia pribadi mendorong agar RUU tersebut segera diselesaikan.

Baiq Nuril Fokus pada Kasus Pelecehan Seksual oleh Mantan Kepala SMAN 7 Mataram

Eksekusi Baiq Nuril Ditunda, Mantan Guru Honorer di SMAN 7 Mataram Itu Histeris Lalu Sujud Syukur

Baiq Nuril Maknun korban UU ITE ini adalah juga korban gempa, rumahnya mengalami rusak sedang dan masih was was berasa di rumah hingga kini.
Baiq Nuril Maknun korban UU ITE ini adalah juga korban gempa, rumahnya mengalami rusak sedang dan masih was was berasa di rumah hingga kini. ((Kompas.com/fitri))

Adapun, Baiq Nuril diputus bersalah setelah MA memenangkan kasasi yang diajukan penuntut umum atas putusan bebas Pengadilan Negeri Mataram.

MA memutuskan Baiq Nuril bersalah telah melanggar Pasal 27 ayat 1 UU ITE karena dianggap menyebarkan informasi elektronik yang mengandung muatan asusila

Atas putusan tersebut, Nuril yang telah bebas terancam kembali dipenjara dengan hukuman enam bulan penjara dan denda Rp 500 juta. Jika pidana denda tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan.

Kasus Biq Nuril merebut simpati banyak pihak. Sebab, Baiq Nuril dinilai merupakan korban dalam kasus pelecehan seksual.

Guru honorer SMAN 7 Mataram ini merasa dilecehkan atas telepon dari Kepala Sekolah tempatnya bekerja yang menceritakan mengenai kehidupan seksualnya.

Dia terjerat UU ITE karena dianggap telah menyebarluaskan rekaman pembicaraan itu. (Jessi Carina)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ketua DPR: Baiq Nurul adalah Korban, Bukan Pelaku Kejahatan"

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved