8 Rumah Rusak Berat dan Ratusan Lainnya Rusak Ringan Setelah Hujan dan Angin Kencang Sapu Cimerang
Heri anggota BPBD KBB mengatakan kerusakan rumah seluruhnya sebanyak 186 rumah, terdiri dari rusak sedang, berat, dan ringan.
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Ravianto
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat mencatat telah ada sebanyak delapan kerusakan akibat hujan yang disertai angin kencang di Desa Cimerang, Kecamatan Padalarang, kemarin.
Heri anggota BPBD KBB mengatakan kerusakan rumah seluruhnya sebanyak 186 rumah, terdiri dari rusak sedang, berat, dan ringan.
"Yang sedang itu 31, berat 8, dan ringan 147, yang rusak ringan hanya asbes yang terjatuh dan tidak terlalu membuat rusak rumah warga," katanya, Selasa (20/11/2018).
Adapun daftar rumah rusak berat, di antaranya atas nama Mery (33) terdapat 4 jiwa di RT 1/6, Kartono (34) terdapat tiga jiwa di RT 1/15, Ujang (49) terdapat tiga jiwa di RT 2/9, Yayan (35) terdapat tiga jiwa di RT 2/9, Ade (35) terdapat 5 jiwa di RT 1/9, Atep (33) terdapat dua jiwa di RT 1/8, Mimin (69) terdapat 6 jiwa di RT 1/8, dan Ika (30) terdapat tiga jiwa di RT 1/7.
"Kami sudah inventarisasi kerusakan-kerusakannya. Itu data yang sudah valid," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksanan BPBD KBB, Duddy Prabowo mengaku BPBD untuk bantuan sifatnya stimulan, yakni dalam bentuk uang.
"Dari hasil laporan resmi aparat kewilayahan dan hasil assesment BPBD akan diklasifikasi sesuai tingkat kerusakanya mulai ringan, sedang, dan berat, bentuknya stimulan berupa uang," katanya seraya menyebut daerah di Desa Cimerang menjadi terparah bencana angin karena kondisi geografisnya yang relatif rata. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/rumah-rusak-karena-angin-kencang.jpg)