Tambang Ilegal Kembali Aktif di Kawasan Konservasi Gunung Guntur Garut, Diduga Ada Pungutan Liar

Ivan mendeskripsikan, pengerukan pasir secara sporadis di kawasan konservasi cagar alam ini sudah mencapai 100 hingga 200 truk perhari.

Istimewa/ Dokumen Ketua Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Kepemudaan Brigade Rakyat Ivan Rivanora.
Aktivitas pertambangan liar di Gunung Guntur, Garut. 

Laporan Wartawan TribunJabar Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Kepemudaan Brigade Rakyat, Ivan Rivanora, menyoroti kegiatan pertambangan di sekitar Gunung Guntur yang kembali berlangsung.

"Sekitar April tahun 2015, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar dan Satgas Penegakan Hukum Lingkungan Terpadu Provinsi Jawa Barat dan Polda Jawa Barat memortal jalan masuk bagi truk pengangkut pasir ke Gunung Guntur. Pada 2008, hal serupa juga pernah dilakukan. Namun, setiap kali usai penertiban dilakukan, kegiatan tambang ilegal di Gunung Guntur selalu kembali aktif," kata Ivan kepada TribunJabar, Senin (19/11/2018).

Setelah lima hari pemortalan jalan di Blok Seureuh Jawa Desa Pasawahan Kecamatan Tarogong Kaler, kegiatan pertambangan ilegal di Gunung Guntur kembali beroperasi.


Hal itu terjadi karena terdapat banyak jalan masuk lain menuju gunung itu. Salah satunya, adalah jalan masuk melalui Blok Bojong Masta dan Blok Cilopang melalui jalur Jalan Desa Rancabango.

Menurut Ivan, berdasarkan data Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Kawasan Cagar Alam Kamojang Blok Gunung Guntur luasnya mencapai 500 hektare dan 300 hektare di antaranya sudah dijadikan tempat galian pasir.

Di satu sisi sebuah panorama indah di kaki Gunung Guntur, Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, terancam hilang, air terjun yang terdapat tiga titik tempat pun sudah punah ditelan kegiatan eksploitasi ilegal oleh para pelaku kejahatan lingkungan.

"Harapan seluruh masyarakat setempat keberadaan sumber mata air pun musnah oleh penambangan pasir liar, kawasan hijau menjadi gersang dan tandus, nyawa warga sekitar yang mencakup beberapa desa di bawahnya serta tempat wisata air panas Cipanas dan pendaki gunung ini terancam dengan rawan terkena longsor yang bisa datang kapan saja," ujarnya.

Linggis Tak Ditemukan, Haris Simamora Tetap Diproses atas Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Ivan mendeskripsikan, pengerukan pasir secara sporadis di kawasan konservasi cagar alam ini sudah mencapai 100 hingga 200 truk perhari. Aktivitas tersebut dinilainya telah melanggar hukum.

Ivan menilai Bupati Garut hanya diam terpaku tanpa menindak aktivitas ilegal pertambangan tersebut bahkan salah satu desa letaknya di desa Rancabango diduga koorporasi.

Ia menduga pungutan persatu angkutan bahkan ada pemasukan ke dalam Kas Desa, disinyalir bagi hasilnya 40 persen banding 60 persen, diataranya desa mendapatkan pemasukan 40 persen dan sisanya untuk penambang.

"Hasil yang sangat fantastis dari eksploitasi Ilegal tersebut yang terus dilakukan puluhan tahun yang silam, meskipun dalam praktek pembangunan desanya dipertanyakan terkait hasil dari pungutan liar tersebut," katanya.

Selain itu Ivan juga memberikan data bahwa kawasan Desa Rancabango Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut telah terjadi perusakan DAM (Pelindung Banjir) oleh oknum para penggali pasir galian.

Dampaknya, dikatakannya, hutan rusak parah, ancaman longsor dan banjir mengancam penduduk yang ada di objek wisata Cipanas Garut karena aparat tidak tegas dalam memberikan sanksi terhadap para penggali pasir.

Penumpang di Denpasar Nekat Kejar Pesawat yang Siap-siap Take Off Gara-gara Ketinggalan

"Pemerintah harus turun langsung menyelesaikan permasalahan lingkungan di kawasan Gunung Guntur sebelum terjadi longsor dan banjir yang akan merengut ratusan ribu jiwa umat manusia," ujarnya.

Sebagai contoh, Ivan Rivanora juga memaparkan bahaya abrasi banjir lumpur dan banjir kiriman yang selama ini melanda kawasan Tanjung dan sekitarnya di Kecamatan Tarogong Kaler, diduga disebabkan hancurnya tanggul penahan lahar.

Hal tersebut dikatakannya sebagai akibat aktivitas penambangan pasir dan batu di Kaki Gunung Guntur, Garut, Jawa Barat.

Curi Laptop Kepala SMPN 2 Sindang, Oknum Wartawan Ini Terpaksa Meringkuk di Tahanan Mapolsek Sindang

Sumber: Tribun Jabar
  • Tribun Shopping

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR
    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved