Empat Pelaku Pengeroyokan Haringga Sirla Cabut Upaya Banding, Akui Kesalahan

Sebelumnya, empat pelaku anak kasus pengeroyokan Haringga Sirla resmi mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jawa Barat

Empat Pelaku Pengeroyokan Haringga Sirla Cabut Upaya Banding, Akui Kesalahan
Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Suasana di ruang persidangan khusus anak Pengadilan Negeri (PN) Kelas I Bandung saat sidang lanjutan kasus pengeroyokan Haringga Sirla, Senin (05/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Tim kuasa hukum pelaku pengeroyokan Haringga Sirla, resmi mencabut permohonan banding pada Jumat (16/11/2018) sekira pukul 16.00 WIB.

Sebelumnya, empat pelaku anak kasus pengeroyokan Haringga Sirla resmi mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jawa Barat melalui Pengadilan Negeri (PN) Klas 1 A Bandung.

Merek adalah yakni SH (17), AAP (15), TD (17), dan AF (16). Akta Banding untuk AF nomor : 04/Akta. Pid-Anak/2018/ PN Bandung tertanggal 12 November 2018. untuk Anak SH, AAP, TD ikrar banding berdasarkan Akta Nomor : 05/Akta.pid-anak/2018/PN bdg. Tertanggal 12 November 2018.

"Pencabutan banding itu merupakan keinginan keluarga pelaku anak yang sebelumnya ingin banding akan tetapi seiring proses berjalan, pihak keluarga pelaku berubah keinginan sehingga menghubungi tim hukum untuk mencabut banding yang telah didaftarkan pada Pengadilan Negeri Bandung," kata Dadang Sukmawijaya melalui keterangan tertulis, Senin (19/11/2018).

Persib Tunjuk Sang Mantan Pemain, Miljan Radovic Jadi Direktur Teknik

Mario Gomez: Seseorang Hancurkan Persib Bandung dalam 2 Bulan, Kalian Tahu Itu Siapa

Orang tua keempat pelaku anak itu pun membuat surat pernyataan pencabutan pengajuan banding pada Pengadilan Negeri Bandung pada Jumat, 16 November 2018.

Alasan pihak keluarga mencabut banding karena hasil kesepakatan pihak keluarga pelaku. Para pelaku penyeroyokan Haringga Sirla mengakui kesalahan dan menerima hukum mereka.

Seperti diketahui, SH dan AAP divonis 4 tahun penjara, TD 3,5 divonis tahun penjara, dan AF dihukum 3 tahun penjara.

Meskipun menerima putusan pidana, para pelaku anak kasus penyeroyokan Haringga Sirla ini tetap melanjutkan sekolah.

SH dan TD berstatus pelajar kelas III SMK akan kordinasi pihak sekolah untuk bisa mengikuti Ujian Akhir Nasional (UAN).

Sedangkan untuk AF pelajar kelas 1 SMK kordinasi pihak sekolah untuk pindah sekolah di LPKA Bandung.

Halaman
12
Penulis: Daniel Andreand Damanik
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved