Ribuan Santri di Kabupaten Bandung Jalan Sehat Pakai Kain Sarung

Ribuan santri dari sejumlah pesantren di Kabupaten Bandung mengikuti jalan sehat di Kecamatan Majalaya

Ribuan Santri di Kabupaten Bandung Jalan Sehat Pakai Kain Sarung
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Ribuan santri dari sejumlah pesantren di Kabupaten Bandung mengikuti jalan sehat di Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Minggu (18/11/2018). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Ribuan santri dari sejumlah pesantren di Kabupaten Bandung mengikuti jalan sehat di Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Minggu (18/11/2018).

Berbeda dengan jalan sehat pada umumnya yang mengenakan pakaian olahraga, ribuan santri ini mengenakan pakaian khas santri, yakni sarung dan kopiah, sedangkan santri putri memakai gamis.

Menempuh jarak tiga kilometer (km), ribuan santri mengikuti jalan sehat sarungan ini berangkat dari dua titik, yakni dari arah Kecamatan Ciparay dan Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung.

Di sepanjang perjalanan, ribuan santri ini membacakan salawat Yaa Lal Wathon sambil mengibarkan bendera merah putih. Hal ini menarik perhatian warga sekitar.

Setelah jalan sehat tiga kilometer, mereka berkumpul di Alun-alun Majalaya, untuk mengikuti gelaran Pertunjukan Rakyat Festival Marawis dan Hadroh dalam rangka memperingati Hari Santri 2018 dan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Bolehkah Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW? Ini Penjelasan 3 Ulama Termasuk Ustaz Abdul Somad

Ingat, Minum Air Terlalu Banyak Ternyata Bahaya untuk Tubuh dan Otak

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bandung, KH Asep Jamaludin, mengatakan jalan sehat sarungan ini dilakukan untuk menyemarakkan Hari Santri 2018 dan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

"Jalan sehat sarungan ini berupaya kembali membangkitkan semangat jihad para santri, untuk membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," kata Asep di Alun-alun Majalaya, Jalan Laswi, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Minggu (18/11/2018).

Asep bercerita, pada 71 tahun lalu tepatnya ditanggal 22 Oktober, dipimpin oleh Rohisul Akbar NU, Bahasyim Ashari, resolusi jihad dicetuskan untuk melawan para penjajah yang mengganggu NKRI.

Pada saat itu, hanya bermodalkan bambu runcing dan pakaian sarung, para santri rela berjalan sejauh puluhan kilometer untuk memperjuangkan NKRI.

Ia menambahkan, jalan sehat sarungan ini akan kembali menumbuhkan semangat para santri untuk menjaga NKRI dari paham-paham radikal.

"Melawan penjajah hukumnya itu fardu ain, siapa yang menganggu akan kami lawan," katanya

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved