Kunjungi RSUD Cililin, Dede Yusuf Ingin Dorong BPJS Layani Operasi Katarak Gunakan Phaco

Anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat, Dede Yusuf Macan Effendi melakukan kegiatan reses di Bandung Barat.

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Yongky Yulius
Tribunjabar/Muhamad Nandri Prilatama
Anggota DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi saat kunjungi RSUD Cililin, Bandung Barat, Sabtu (17/11/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, CILILIN - Anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat, Dede Yusuf Macan Effendi melakukan kegiatan reses di Bandung Barat dengan mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cililin sekaligus memberikan pelayanan pengobatan katarak gratis, Sabtu (17/11/2018).

Kegiatan ini Dede Yusuf dibantu oleh himpunan pengusaha farmasi, persatuan dokter mata Indonesia (Perdami), dan Imah Rancage.

Menurutnya, masalah katarak ini sempat ramai dua bulan lalu yang tak bisa menggunakan fasilitas BPJS, dengan alasan pelayanannya dibatasi.

"Makanya saya masih enggak percaya dan coba diskusi dengan gabungan pengusaha farmasi untuk diajak ke sini untuk berikan pengobatan katarak gratis," katanya.

Dede Yusuf Soal Isu LGBT: Sudahkah Orangtua Lakukan Fungsi, Perlindungan dan Cinta Kasih pada Anak?

Berdasarkan data yang Dede Yusuf miliki, Indonesia angka kebutaan berada di posisi lima dan setengah persen dari jumlah penduduk Indonesia berpotensi katarak.

"Hari ini ada 100 orang yang daftar. Harusnya biaya katarak ini bisa mencapai Rp 7 juta. Dan saya harap di BPJS ini mestinya ada tapi dengan metode berbeda namun dengan nilai yang sama," ujarnya.

Namun metode yang ditawarkan oleh pihaknya itu ialah operasi katarak dengan waktu yang cepat, seperti dengan cara disedot (phaco) dan hanya memakan waktu 15 menit, setelah itu pasien pun bisa melihat kembali.

"Ke depan saya ingin dorong BPJS agar bisa mendukung operasi katarak metode ini. Memang mahal tapi jika ada tambahan dana, ini bisa dilakukan," ucap dia seraya berharap 2030 zero katarak.

Sejauh ini masalah katarak, lanjut Dede Yusuf, masih mendapat kucuran bantuan CSR dari GP Farmasi dengan anggaran Rp 2 triliun per tahunnya.

"Jadi, nanti berapa pun alokasi dananya jika diatur dengan baik maka metode ini penting untuk didukung," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved