Staf Ahli Kemenkominfo Sebut Penyebar Hoaks Bisa Kena Hukuman Serius

Gun Gun Siswandi, mengingatkan kaum milenial jangan asal membagikan informasi yang didapatnya.

Staf Ahli Kemenkominfo Sebut Penyebar Hoaks Bisa Kena Hukuman Serius
infokomputer.grid.id
ilustrasi hoax 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Staf Ahli Kemenkominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa, Gun Gun Siswandi, mengingatkan kaum milenial jangan asal membagikan informasi yang didapatnya.

Terutama jika informasi tersebut didapat dari media sosial atupun grup pesan instan yang sumbernya tidak jelas.

"Kalau itu hoaks, hukumannya serius, tidak hanya yang pertama kali menyebarkannya, yang meneruskan atau forward juga kena pidana," kata Gun Gun Siswandi saat menyampaikan materi dalam Dialog Publik Jalin Keberagaman untuk Indonesia Maju di Hotel Prima, Jl Siliwangi, Kota Cirebon, Jumat (16/11/2018).

Ia mengatakan, aturan tersebut tercantum dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Pasal 28 ayat 1 menyebutkan, "Setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.".

Begini Cara Memastikan Sebuah Informasi Hoaks atau Bukan Menurut Staf Ahli Menkominfo

Karenanya, Gun Gun mengimbau kaum milenial Cirebon jangan sampai ikut-ikutan menyebarkan berita bohong atau hoaks.

"Bagi yang suka mengirimkan kabar bohong atau cuma sekadar iseng forward, harap berhati-hati karena ancamannya tidak main-main," ujar Gun Gun Siswandi.

Jika menerima suatu informasi, maka hal pertama yang harus dilakukan menurut Gun Gun adalah mengklarifikasi dan mengidentifikasinya, apakah kabar tersebut benar atau tidak.

"Kalau menerima informasi, jari jangan lebih cepat dari otak. Otak harus kerja, kalau hoaks ya jangan disebar lagi," kata Gun Gun Siswandi.

Puluhan orang tampak menghadiri dialog publik yang bekerja sama dengan Kemenkominfo RI itu.

Mereka yang hadir di lokasi itu tampak didominasi kalangan milenial, di antaranya pelajar, santri, dan mahasiswa.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved