Pascaoperasi Zebra Lodaya, Warga Cirebon Banjiri Kejaksaan

Pascaoperasi Zebra Lodaya 2018, warga Cirebon banjiri Kejaksaan Negeri Cirebon untuk mengambil SIM dan STNK yang ditilang polisi.

Pascaoperasi Zebra Lodaya, Warga Cirebon Banjiri Kejaksaan
Tribun Jabar/Siti Masithoh
Sejumlah warga Cirebon sedang antre mengambil tilangan di Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon, Jumat (16/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Pascaoperasi Zebra Lodaya 2018, sejumlah warga Cirebon antre mengambil SIM dan STNK yang ditilang di Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon, Jumat (16/11/2018).

Sebagian dari mereka ada yang duduk dan berdiri sembari mengambil nomor antrean.

"Saya nunggu satu jam baru dipanggil. Tadinya kena tilang akibat SIM keselip di tas," ujar Rika (20), warga asal Desa Gebang, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Jumat (16/11/2018).

Menurutnya, ia mengetahui ada operasi zebra, tapi tidak menyangka akan kena tilang.

"Ini bayar tilangnya langsung karena direkomendasikan sama polisi ke persidangan. Saya bayar Rp 75 ribu," katanya.

Warga Cirebon ikuti sidang tilang.
Warga Cirebon ikuti sidang tilang. (Tribun Jabar/Siti Masithoh)

Warga lainnya, Gholin (21), sedang menunggu antrean nomor.

"Saya ditilang pas di Plered akibat tidak menyalakan lampu motor pas siang hari," kata warga Plumbon ini, kepada Tribun Jabar.

Kedua warga Cirebon tersebut, tidak mengetahui adanya aplikasi e-tilang, sehingga memilih mengantre untuk membayar tilang.

Dalam Operasi Zebra Lodaya Tahun 2018 yang berlangsung dari 30 Oktober hingga 12 November, Polres Cirebon mengeluarkan 5.620 tilang dan 2.019 teguran.

Palanggaran terbanyak ditemukan pada pengemudi sepeda motor, yaitu 4.600 pelanggaran.

Penulis: Siti Masithoh
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved