Begini Kata Pegiat Literasi Soal Street Library Bandung yang Hingga Saat Ini Tak Ada Bukunya

Pegiat literasi Nurrachman (43) menanggapi street library atau perpustakaan jalanan yang hingga saat ini belum ada bukunya.

Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari
Seorang warga menunjuk Street Library di Jalan Asia Afrika. Di dalamnya belum ada buku yang tersimpan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Resi Siti Jubaedah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pegiat literasi Nurrachman (43) menanggapi street library atau perpustakaan jalanan yang hingga saat ini belum ada bukunya.

Pria yang juga pengelola Taman Bacaan Masyarakat Rumah Baca Ujungberung mengatakan agar street library harus segera ditindaklanjuti.

Menurut Nurrachaman, harus adanya koordinasi terkait dengan pengelola perpustakaan jalanan tersebut, baik dari pihak instansi, seperti perpustakaan daerah dalam pendistribusian buku.

"Harusnya berkoordinasi dengan perpustakaan daerah, apakah perpustakaan daerah dilibatkan untuk ini dalam arti memberikan kontribusi. Atau memang ini hanya program wali kota saat itu dengan fasilitas yang kemudian dibuat, tapi kemudian bisa jadi terhambat dangan follow up yang tidak ditindaklanjuti karena berubahnya struktur tatanan birokrasi," ujarnya saat dihubungi Tribun Jabar, Kamis (15/11/2018).

Kotak Street Library Itu Cuma Ada Satu di Jalan Asia Afrika Bandung, Itu Pun Enggak Ada Bukunya

Selain dapat berkoordinasi dengan instansi seperti perpustakaan daerah, lanjutnya, pengelola juga dapat juga bekerjasama dengan Forum Taman Baca Masyarakat Jawa Barat.

"Sehingga bisa bergulir jika betul-betul diberikan kewenangan, kalau tidak diberikan kewenangan itu nanti disangkanya menyerobot lahan juga," ujar Nurrachman.

Menurutnya, street library akan menjadi ikon yang positif jika betul-betul dijadikan sebagai titik menarik.

Street library itu akan membuat Bandung dikenal bukan hanya sebagai kawasan wisata saja, tapi akan menjadi titik edukasi bahwa Jawa Barat, khususnya Bandung memang memperhatikan edukasi.

Dua Bulan Diluncurkan, Tak Ada Satu Pun Buku di Street Library Jalan Asia Afrika

"Terutama pada literasi, apalagi sekarang literasi menjadi program nasional, di sekolah-sekolah juga ada gerakan literasi sekolah," ujar Nurrachman.

Program street library sudah dua bulan diluncurkan. Namun hingga Rabu (14/11/2018) belum terlihat satu pun buku yang tersimpan di kotak berwarna merah tersebut di trotoar Jalan Asia Afrika, Kota Bandung.

Dalam pemberitaan Tribun Jabar sebelumnya, pada Jumat (31/8/2018), Ridwan Kamil, yang saat itu masih menjabat sebagai Wali Kota Bandung, mencanangkan 100 kotak ilmu disebar di 100 titik trotoar jalan protokol.

Penulis: Resi Siti Jubaedah
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved