Indonesia Masih Kekurangan Sumber Daya Manusia di Bidang Digital, Ini yang Harus Dilakukan

Chief Human Capital Officer (CHCO) PT. Telekomunikasi Indonesia, Herdy R Harman mengatakan, kurangnya SDM digital harus disikapi oleh berbagai pihak

Indonesia Masih Kekurangan Sumber Daya Manusia di Bidang Digital, Ini yang Harus Dilakukan
ISTIMEWA
Plugged In, Corpu Indonesia Learn & Share di Telkom Corporate University (Corpu), Bandung, Kamis (15/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sumber daya manusia di Indonesia yang memiliki talenta di bidang Digital sekarang ini masih kurang.

Padahal, perkembangan Digital di Indonesia terus tumbuh yang tentu menuntut kebutuhan talenta Digital yang mumpuni.

Chief Human Capital Officer (CHCO) PT. Telekomunikasi Indonesia, Herdy R Harman mengatakan, hal ini harus disikapi oleh berbagai pihak agar kebutuhan tenaga digital bisa dipenuhi oleh tenaga lokal.

Menurut Herdy R Harman. kebutuhan talenta digital terutama dari generasi milenial adalah keniscayaan yang tidak bisa dicegah.

"Zaman telah berubah, era disrupsi sudah nyata terjadi. Air BnB dan Uber tak perlu punya hotel dan kendaraan, namun mereka sudah jadi big business dalam waktu singkat, sehingga perlu percepatan talenta Digital," kata Herdy R Harman di sela-sela acara "Plugged In, Corpu Indonesia Learn & Share" di Telkom Corporate University (Corpu), Bandung dalam rilis yang diterima Tribun Jabar, Kamis (15/11/2018).

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pihaknya kini sudah memiliki komposisi karyawan usia milenial secara grup keseluruhan sebesar 80% serta PT. Telekomunikasi Indonesia sebagai induk sebesar 35%. Jumlah ini naik 15% dari komposisi awal.

Menurutnya, salah satu strateginya adalah saling belajar sekaligus berbagi pengalaman antar para pihak melalui forum PluggedIn. "Forum ini bisa diakses para pegiat HCM khususnya yang berada di BUMN," kata lelaki yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Forum Human Capital Indonesia.

Ia mengatakan, perubahan sosial dan prilaku masyarakat dan industri membuat karyawan selalu mengutamakan kepraktisan beraktivitas termasuk saat belajar. Secara simultan, hierarkis bos dan bawahan makin memudar seiring tren kolaborasi dan interpreneurship, sehingga lingkungan kerja menjadi lebih fleksibel.

"Harapan kami, melalui PluggedIn dapat menjadi proses pembelajaran dan berbagi menjadi lebih fun, lebih luas aksesnya, serta seperti yang kami alami, mampu memberikan dampak kepada performa bisnis perusahaan," katanya.

Mulai Awal 2019 Starup Inovasi Jasa Keuangan Digital Harus Terdaftar di OJK

Dukung Insurance Day di Kota Bandung, Bhinneka Life Gelar Literasi Perencanaan Keuangan untuk Guru

Halaman
12
Penulis: Siti Fatimah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved