Selasa, 2 Juni 2026

Waspada! Ada Penipu Mengatasnamakan Basarnas, Minta Uang Jasa Evakuasi

Ada oknum mengaku dari Basarnas yang meminta uang pembayaran jasa ketika evakuasi kapal Aqua Mas di Samudera Hindia beberapa hari lalu.

Tayang:
Tribun Jabar/Haryanto
Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansyah saat ditemui di posko bantuan, Pantai Tanjung Pakis, Karawang, Kamis (1/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJabar Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Terkait proses evakuasi kapal Aqua Mas 05 beberapa waktu lalu di Samudera Hindia, diketahui ada oknum yang mengatasnamakan Basarnas yang meminta uang sebagai pembayaran jasa.

Deden Ridwansyah selaku Kepala Kantor SAR Bandung menegaskan bahwa Basarnas dalam menjalankan tugas kemanusiaan tidak pernah memungut biaya sepeser pun.

"Dalam memberikan jasa SAR, Basarnas tidak pernah meminta biaya apa pun," katanya.

Koordinator Humas Kantor SAR Bandung Joshua Banjarnahor mengatakan bahwa disaat intensitas bencana sedang meningkat, agar masyarakat tidak sungkan-sungkan meminta pertolongan kepada Basarnas.

Oknum yang melakukan penipuan tersebut dikatakan Joshua sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian.

"Sekali lagi kami tegaskan, Basarnas dalam memberikan pelayanan SAR, gratis," kata Joshua, Rabu (14/11/2018).

Kapal Aqua Mas yang terombang-ambing di Samudera Hindia.
Kapal Aqua Mas yang terombang-ambing di Samudera Hindia. (istimewa)

Diberitakan sebelumnya, tim Basarnas berhasil menemukan kapal Aqua Mas yang sempat hilang di perairan Samudera Hindia tepatnya di perairan Kabupaten Cianjur pada Minggu (11/11/2018).

"Sudah ditemukan tadi sekitar pukul 14.30 tapi nakhoda dan satu anak buah kapal tidak mau dievakuasi dengan alasan sedang menunggu teman yang datang," ujar Kepala Humas Kantor SAR Bandung, Joshua Banjarnahor via ponselnya, Senin (12/11/2018).

Rute kapal ini adalah berangkat dari Pelabuhan Perikanan Nusantara rumpon, Pelabuhan Ratu Sukabumi. Panjang kapal mencapai 8 meter.

Identitas penumpang yakni Irfan sebagai nakhoda kapal; Aep, Akbar, dan Ake sebagai anak buah kapal. Mesin kapal mengalami kerusakan sehingga kapal hanya mengandalkan angin, gelombang, dan arus permukaan.

Dua ABK Aqua Mas yang dievakuasi Basarnas. Nakhoda dan satu ABK menolak dievakuasi ke daratan karena menunggu temannya.
Dua ABK Aqua Mas yang dievakuasi Basarnas. Nakhoda dan satu ABK menolak dievakuasi ke daratan karena menunggu temannya. (istimewa)

Kapal berangkat pada 24 Oktober dari Pelabuhan Nusantara Rumpon, dijadwalkan tiba di Prigi Trenggalek, Jawa Timur pada 4 November. Namun, kapal mengalami trouble di baling-baling hingga terbawa arus.

"Dua anak buah kapal bisa dievakuasi dan kami bawa ke daratan. Kondisinya sehat setelah tidak makan dua hari," ujar Joshua.

Untuk nakhoda dan seorang anak buah kapal yang tidak ingin dievakuasi dan memilih bertahan di kapal, tim terpaksa menyodorkan surat pernyataan tidak mau dievakuasi. Itu jadi penting mengingat cuaca di perairan cukup ekstrem.

"Cuaca sedang ekstrem, kami tidak mau ambil risiko. Jadi kami beri surat pernyataan tidak mau dievakuasi dan kami bekali makanan instan," katanya.

Basarnas Temukan Kapal Aqua Mas di Samudera Hindia, Nakhoda dan Satu ABK Ogah Dievakuasi

Kapal Aqua Mas Terombang-ambing di Tengah Samudera Hindia, Basarnas Fokus Evakuasi ABK

Ditanya soal apa muatan kapal tersebut, Joshua belum memeriksanya. "Itu nanti dari kepolisian yang berwenang mengecek‎," ujar Joshua.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved