BPBD Jabar Dapat Tambahan Dana Rp 750 Juta untuk Logistik dan Bantuan Bencana

BPBD Jabar mendapat tambahan dana Rp 750 juta dari APBD Perubahan 2018 untuk keperluan logistik dan bantuan korban bencana.

Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, Dicky Saromi, saat ditemui Tribun Jabar di Kantor BPBD Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin, (29/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR, BANDUNG - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, Dicky Saromi, mengakui persediaan logistik bantuan di BPBD Jabar dan sejumlah kabupaten-kota semakin menipis akibat angka bencana yang meningkat dari tahun sebelumnya.

Dicky mengatakan, pada dasarnya Pemprov Jabar telah membagikan sebagian besar logistik untuk bantuan korban bencana kepada setiap kabupaten dan kota di Jabar pada awal 2018, sehingga logistik tersebut sudah tersedia di setiap BPBD kabupaten/kota.

Dicky mengatakan ia bersyukur pengajuan penganggaran Rp 750 juta pada APBD Perubahan 2018 Jabar untuk pengadaan logistik disetujui sehingga bisa menutupi cadangan kebutuhan logistik sampai akhir 2018.

"Logistik sejak 2018 awal sudah dibagikan. Namun dengan banyaknya bencana, BPBD Provinsi sejak September, logistiknya hampir habis. Di APBD Perubahan kami dapat tambahan untuk pembelian logistik Rp 750 juta," kata Dicky saat ditemui di Gedung Sate, Rabu (14/11/2018).

Tebing di bawah bahu jalan jalur Lingkar Gentong, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya yang longsor saat ini dalam proses perbaikan, Selasa (13/11/2018). Proses pemasangan sheet pile di sejumlah titik tebing di jalur Gentong yang longsor mulai dilakukan.
Tebing di bawah bahu jalan jalur Lingkar Gentong, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya yang longsor saat ini dalam proses perbaikan, Selasa (13/11/2018). Proses pemasangan sheet pile di sejumlah titik tebing di jalur Gentong yang longsor mulai dilakukan. (Tribun Jabar/Isep Heri)

Menurut Dicky, Rp 750 juta bisa saja tidak cukup untuk menangani bencana alam yang kemungkinan terjadi. Namun, di era dynamic government atau Birokrasi 3.0, pihaknya tidak hanya bisa mengandalkan logistik BPBD atau dinas lainnya di pemerintahan.

Menurut Dicky, pihaknya pun berkolaborasi dengan sejumlah lembaga, seperti Baznas untuk menyalurkan tambahan logistik kepada para korban bencana. Belum lagi dari BUMN atau swasta yang ikut membantu.

Dicky mengatakan sampai pertengahan November 2018 memang terjadi 132 bencana di Jabar, meningkat dari November tahun lalu yang hanya 113 bencana.

Karenanya, jumlah bencana di Jabar pun diperkirakan meningkat tahun ini sehingga butuh lebih banyak penanganan.

Tebing Cicatang setinggi 20 meter di Cianjur ambruk menutupi bahu jalan, Sabtu (10/11/2018). Material longsoran menutupi jalan Nasional Bandung-Cianjur hingga Minggu (11/11/2018).
Tebing Cicatang setinggi 20 meter di Cianjur ambruk menutupi bahu jalan, Sabtu (10/11/2018). Material longsoran menutupi jalan Nasional Bandung-Cianjur hingga Minggu (11/11/2018). (Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin)

Menurut Dicky, longsor yang sempat memutuskan jalur Naringgul-Ciwidey sudah diatasi sehingga bisa digunakan kembali. Hal serupa pun terjadi di Jalur Gentong. Hal ini berkat kesigapan Kementerian PUPR dan Dinas Binamarga Jabar.

Uu Ruzhanul Segera Kumpulkan BPBD se-Jabar untuk Rakor

Persediaan Logistik Untuk Bencana Tahun Ini di BPBD Kabupaten Tasikmalaya Sudah Habis

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved