Soal Video Viral di SMK di Kendal, KPAI: Sikap Siswa-siswa Masuk Kategori Bullying

dalam kacamata KPAI, candaan" tersebut berlebihan dan sudah masuk kategori bullying.

Soal Video Viral di SMK di Kendal, KPAI: Sikap Siswa-siswa Masuk Kategori Bullying
instagram makassar_iinfo
guru diserang siswa 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilda Rubiah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberikan tanggapan soal video viral aksi "candaan" siswa terhadap guru di SMK di Kendal, Jawa Tengah,.

Kendati sudah diklarifikasi peristiwa tersebut merupakan candaan, KPAI menyatakan aksi para siswa tersebut tidak patut.

Komisioner KPAI Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, Jasra Putra, mengatakan dalam kacamata KPAI, candaan" tersebut berlebihan dan sudah masuk kategori bullying.

"Memang tantangan untuk menjadi pendidik luar biasa pada hari ini, menghadapi persoalan anak-anak yang memiliki latar belakang pengetahuan dan sikap yang banyak dipengaruhi lingkungan sosial yang cepat berubah," ujar Jasra Putra, Komisioner KPAI Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, Senin (12/11/2018).

Menurutnya, perlu ada pola-pola pendekatan kepada anak yang diiringi dengan pengetahuan guru terhadap lingkungan keluarga anak, relasi sosial anak, baik dalam dunia nyata maupun dunia maya.

Murid SDN 1 Andir Baleendah Terpaksa Laksanakan KBM di Tempat Pengungsian, Sekolah Terendam Banjir

Bima Sakti: Timnas Indonesia Tak Bisa Anggap Remeh Timor Leste di Piala AFF 2018

Oleh karena itu, kompetensi pedagogik dan sosial guru harus ditingkatkan untuk mengatasi anak atau siswa.

Misalnya, guru membaca dan memetakan persoalan siswa yang terus berubah dan menyediakan pembelajaran yang menarik bagi siswa.

"Maka kalau sudah tercipta pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik akan bisa terhindari pembelajaran yang situasi yang tidak baik. Informasi ini penting agar guru punya cara jitu menghadapi anak-anak zaman now," katanya.

Dalam kajian KPAI, ucapnya, Jasra menilai sikap para siswa di SMK di Kendal itu berlebihan.


Jika sekilas melihat dalam video yang beredar tersebut baginya tentu tidak masuk dalam ketegori bercanda.

"Dalam konteks pembelajaran bukan sedang memainkan seni peran sebuah drama teater," ujarnya.

Menurutnya, pihak yang sekilas melihat dan tidak tahu pasti kejadian dalam video itu akan berpandangan yang berbeda.

"Jadi kita melihat ini adalah bentuk bullying antara guru dan murid. Sangat kami sayangkan peristiwa tersebut dan tentu tidak layak sebagai bahan pembelajaran dalam dunia pendidikan," katanya. 

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved