Minggu, 19 April 2026

Hari Pahlawan

Dedi Mulyadi: Seniman Bantu Kemerdekaan dan Jadi Pahlawan Pembangunan

Dedi Mulyadi mengatakan seniman juga pahlawan. Mereka berperan dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

Penulis: Haryanto | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Haryanto
Dedi Mulyadi di acara pelantikan Himpunan Seniman Purwakarta, di Cikao Park, Jalan Raya Sukatani, Purwakarta, tadi malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Budayawan Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan seniman berperan dalam perjalanan sejarah kebangsaan Indonesia.

Menurut Dedi Mulyadi, terdapat dua peran sentral yang sudah dan sedang dilakukan oleh para seniman tersebut.

Hal ini dikatakan Dedi Mulyadi di acara Pelantikan Himpunan Seniman Purwakarta, di Cikao Park, Jalan Raya Sukatani, Purwakarta, Jum’at (9/10/2018) malam.

“Seniman itu profesi mulia. Mereka turut membantu negeri ini merdeka. Mereka pun turut serta dalam menyukseskan pembangunan. Saat saya menjabat sebagai Bupati Purwakarta, pikiran dan karya para seniman menghiasi produk-produk pembangunan,” kata Dedi Mulyadi.

Bukti konkret partisipasi seniman menurut Dedi tercermin dari landmark tata kota. Ornamen taman tematik dan gapura indung karahayuan, kata dia, merupakan hasil sumbangsih para seniman.

“Purwakarta hari ini memiliki ikon gapura malati. Itu produk para seniman. Kemudian, taman tematik juga lahir dari pemikiran dan buah karya mereka. Karya-karya itu kini dinikmati oleh bukan saja warga Purwakarta, tapi semua orang,” ujarnya.

Dedi Mulyadi di acara pelantikan Himpunan Seniman Purwakarta, di Cikao Park, Jalan Raya Sukatani, Purwakarta, tadi malam.
Dedi Mulyadi di acara pelantikan Himpunan Seniman Purwakarta, di Cikao Park, Jalan Raya Sukatani, Purwakarta, tadi malam. (Tribun Jabar/Haryanto)

Selain itu, lukisan karya seniman dalam dan luar Purwakarta turut menghiasi dinding-dinding kantor pemerintah. Menurut Dedi, kepedulian pemerintah merupakan bukti timbal balik atas karya-karya tersebut.

“Boleh jalan-jalan ke bekas kantor saya. Itu lukisan karya seniman. Jadi, saat karya mereka menghiasi ruang publik, itu bukti sesungguhnya tentang kepedulian pemerintah terhadap seniman,” katanya.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Jawa Barat ini menambahkan, para seniman tergolong pahlawan. Karena itu, kata dia, seniman layak mendapatkan penghargaan sebagaimana umumnya para pahlawan.

“Para seniman itu pahlawan yang harus dihargai. Seluruh tetesan keringat seniman melahirkan karya, semuanya harus dihargai,” katanya.

Dedi Mulyadi di acara pelantikan Himpunan Seniman Purwakarta, di Cikao Park, Jalan Raya Sukatani, Purwakarta, tadi malam.
Dedi Mulyadi di acara pelantikan Himpunan Seniman Purwakarta, di Cikao Park, Jalan Raya Sukatani, Purwakarta, tadi malam. (Tribun Jabar/Haryanto)

Menjalani profesi sebagai seniman ternyata bukan tanpa masalah. Kendala penghasilan menjadi ganjalan utama para seniman selama ini. Pasalnya, karya para seniman terutama seniman pemula kerap dihargai murah.

Dedi Mulyadi menilai harga tersebut sangat tidak sesuai dengan kemuliaan profesi sebagai seniman.

“Hargai karyanya sesuai dengan jasanya. Seni dan budaya merupakan identitas bangsa kita. Jangan sampai karena murahnya harga, khazanah kebangsaan kita dikuasai bangsa lain,” katanya.

Berbagai karya monumental produk seniman kini dapat dipelajari. Dedi mencontohkan candi, sastra, dan puisi. Semua itu, kata dia, akan tetap abadi karena sudah masuk ke dalam relung kehidupan masyarakat.

“Karya seniman itu bisa melampaui zamannya. Itu sejarah akan berbicara,” katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved