Tingkatkan Kesadaran Pajak, DJP Sosialisasikan Pentingnya Pajak dalam Kegiatan Pajak Bertutur

Politeknik Pos Indonesia bersama Direktorat Jendral Pajak (DJP) menggelar kegiatan Pajak Bertutur

Penulis: Cipta Permana | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Cipta Permana
Sejumlah mahasiswa mengikuti kegiatan sosialisasi kesadaran pajak yang diberi nama Pajak Bertutur di Auditorium Politeknik Pos Indonesia, Jalan Sariasih, Kota Bandung, Jumat (9/11/2018) . 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dalam upaya mengedukasi dan menumbuhkan kesadaran pajak pada generasi muda, Politeknik Pos Indonesia bersama Direktorat Jendral Pajak (DJP) menggelar kegiatan Pajak Bertutur di Auditorium kampus Polteknik Pos Indonesia, Jalan Sariasih Nomor 54, Bandung, Jumat (9/11/2018).

Kegiatan yang bertujuan mengembangkan wawasan pajak dalam mata kuliah pelajaran tersebut, diikuti oleh para mahasiswa dari berbagai program studi dari Politeknik Pos Indonesia, dengan mengadakan berbagai permainan interaktif terkait wawasan pajak.

Direktur Politeknik Pos Indonesia, Agus Purnomo mengatakan, bahwa tingkat kesadaran membayar pajak saat ini, baru mencapai 30 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Salah satu faktor tersebut disebabkan oleh kesadaran dan pengetahuan tentang pajak yang tidak ditanamkan sejak bangku sekolah hingga universitas.

"Di beberapa program studi seperti D3 juga DIV Akuntansi dan Manajemen Logistik kami, memang sudah ada mata kuliah perpajakan, tapi prodi lainnya memang belum. Maka dari itu, kedepan hal itu akan kami masukan inklusi kesadaran pajak dalam salah satu mata kuliah wajib, yaitu PKN, sebagai upaya membangun rasa cinta tanah air dan bela negara," ujarnya di lokasi kegiatan.

Menurutnya, dimasukkannya edukasi pengetahuan pajak dalam mata kuliah, setelah adanya MoU antara Dirjen Pajak dengan sejumlah kementerian RI, diantarnya l Kementerian Keuangan, Pendidikan Dasar dan Menengah di Kemendikbud, dan berbagai perguruan tinggi di bawah Kemenristekdikti.
Upaya tersebut dalam meningkatkan kesadaran pajak baik dari siswa maupun mahasiswa, yang kelak akan menjadi wajib pajak.

Jelang Manchester City vs Manchester United, Jose Mourinho Ungkap Kelemahan Timnya

Banjir Kembali Terjang 3 Kecamatan di Kabupaten Bandung, Ketinggian Sudah Sampai 1 Meter

"Dalam upaya inklusi kesadaran pajak kami akan merancang bagaimana materi standar dari Direktorat Jendral Pajak (DJP), untuk dimasukan kedalam mata kuliah. Termasuk mensosialisasikannya kepada dosen PKN, bagaimana menyampaikan informasi tentang pajak kepada mahasiswa," ucapnya.

Pihaknya berharap kerjasama yang telah terbangun antara Politeknik Pos Indonesia dengan DJP dapat terus berlangsung, salah satunya memberikan informasi terbaru terkait kesadaran pajak, sehingga para mahasiswa selalu memperbaharui ilmu dan wawasannya tentang pentingnya membayar pajak saat mereka telah memiliki penghasilan di masa depan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Seksi Kerjasama dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Wajib Pajak Besar, Aditya Wibisono menuturkan, kegiatan Pajak Bertutur merupakan kegiatan penyampaian materi perpajakan, yang dilaksanakan secara serentak dari sabang hingga merauke, kepada para siswa di jenjang pendidikan dasar hingga tingka mahasiswa di berbagai perguruan tinggi.

"Kegiatan Pajak Bertutur ini merupakan even tahun kedua yang sebelumnya telah dilaksanakan pada tahun 2017," ujarnya.

Aditya menjelaskan, pajak menjadi alternatif satu-satunya sumber pembiayaan terbaik dan minim resiko dalam menjalankan roda pemerintahan serta pembangunan di Indonesia, disamping penerimaan pinjaman dalam atau luar negeri yang akan menggerogori anggaran negara dan ekpolarasi sumber daya alam yang akan semakin menipis seiring berjalannya waktu.

Maka dari itu, tujuan menanamkan kesadaran pajak kepada para generasi muda sejak dini, dalam upaya menumbuhkan pemahaman untuk senantiasa melakukan kewajiban pajak secara baik dan menambah wawasan akan manfaat pajak bagi masyarakat dan negara.

"Jadi menekankan pentingnya pajak sebagai bentuk gotong royong membangun negeri. Jangan sampai generasi muda malah menjadi "free rider" atau seseorang yang malas membayar tapi menikmati fasilitas yang dibangun dari pajak," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Tax Center Politeknik Pos Indonesia, Jaka Maulana mengatakan, bahwa MoU yang terjalin antara Poltekpos Indonesia dengan DJP telah berlangsung sejak tahun 2013 silam. Salah atau bentuk kerjasama tersebut diantaranya menggelar kegiatan edukasi berupa penyuluhan materi dan isu berkenaan pajak secara rutin setiap tahunnya, kepada kalangan mahasiswa maupun dosen.

Selain itu menurutnya Tax Center sebagai perpanjangan tangan dari Hubungan Masyarakat DJP Kanwil Pajak Besar, berkewajiban untuk mensosialisasikan tentang masalah perpajakan kepada para pelaku UMKM.

"Kerjasama yang terjalin hari ini selain antara Politeknik Pos Indonesia dengan DJP tetapi juga antara Tax Center terkait inklusi kesadaran pajak. Untuk itu kami akan terus sosialisasikan, baik kepada mahasiswa mupun dosen, melalui berbagai program termasuk mata kuliah di dalam kelas," katanya. (Adv / Cipta Permana)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved