Fakta Pengeroyokan Haringga Sirla, dari Pelaku Serang Bagian Vital, hingga Ada yang Dinyatakan Bebas

Muncul fakta-fakta baru tewasnya Haringga Sirla, anggota The Jakmania yang mengalami pengeroyokan di Stadion GBLA jelang Persib Bandung Vs Persija.

Fakta Pengeroyokan Haringga Sirla, dari Pelaku Serang Bagian Vital, hingga Ada yang Dinyatakan Bebas
Kolase Tribun Jabar
Terdakwa kasus pengeroyokan di Stadion GBLA dan Haringga Sirla 

TRIBUNJABAR.ID - Muncul fakta-fakta baru tewasnya Haringga Sirla, anggota The Jakmania yang mengalami pengeroyokan di Stadion GBLA jelang laga panas Persib Bandung Vs Persija Jakarta.

Terdakwa kasus pengeroyokan Haringga Sirla telah menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (6/11/2018).

Terdakwa di bawah umur itu, empat di antaranya mendapatkan hukuman berat, sedangkan satu terdakwa dibebaskan.

Keempat terdakwa itu, yakni SH dan AAP divonis empat tahun penjara.

TD dan AP divonis tiga tahun enam bulan penjara.

Hukuman yang memberatkan bagi keempat terdakwa ini, disebabkan tindakan pengeroyokan terhadap Haringga Sirla yang sudah tak berdaya.

Selain itu, terlibatnya mereka dalam pengeroyokan itu merusak citra persepakbolaan Indonesia dan meresahkan masyarakat.

Namun, yang meringankan dari keempat terdakwa itu karena sikap mereka yang sopan dan mengakui kesalahannya.

Keempat terdakwa kasus pengeroyokan Haringga Sirla bahkan berjanji tak akan melakukan kesalahan yang sama.

SIDANG PENGEROYOKAN-Empat terdakwa saat hendak memasuki ruangan di Pengadilan Negeri (PN) Kelas I Bandung saat sidang lanjutan kasus pengeroyokan Haringga Sirla, Senin (5/11/2018).
SIDANG PENGEROYOKAN-Empat terdakwa saat hendak memasuki ruangan di Pengadilan Negeri (PN) Kelas I Bandung saat sidang lanjutan kasus pengeroyokan Haringga Sirla, Senin (5/11/2018). (TRIBUN JABAR / DANIEL ANDREAND DAMANIK)

Hukuman yang diputuskan hakim ini, lebih ringan daripada yang dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sebelumnya, jaksa menuntut AP dan SH lima tahun penjara, lalu AAP dan TD dituntut empat tahun penjara.

 Ini Vonis Hakim untuk 4 Terdakwa Pengeroyokan Haringga Sirla, Mulai 3,5 hingga 4 Tahun Penjara

Tuntutan yang memberatkan terdakwa karena di antara mereka ada yang menyerang bagian vital tubuh Haringga Sirla.

Serangan itu berupa tendangan dan injakan pada kepala korban.

Kemudian dalam pledoinya, kuasa hukum terdakwa, Dadang Sukmawijaya meminta agar mereka dihukum menggunakan syarat mengikuti pembinaan agama.

Pembinaan agama tersebut harus didampingi orang tua dan DKM masjid.

Selain itu, mereka pun diminta agar bisa masuk sekolah kembali.

Sementara itu, satu terdakwa lagi, NSF awalnya dituntut tiga tahun penjara.

 Seperti Ini Sidang Pledoi Kasus Pengeroyokan Haringga Sirla di PN Kelas I Bandung [VIDEO]

Namun, dalam pledoinya, NSF diminta Dadang Sukmawijaya agar dibebaskan.

NSF diketahui tak terbukti terlibat dalam pengeroyokan Haringga Sirla.

Tak terbuktinya NSF dalam kasus pengeroyokan Haringga Sirla ini, bersumber dari pengakuan pelaku dan keterangan saksi.

Sidang pembacaan vonis terhadap lima terdakwa kasus pengeroyokan Haringga Sirla, Selasa (06/11/2018).
Sidang pembacaan vonis terhadap lima terdakwa kasus pengeroyokan Haringga Sirla, Selasa (06/11/2018). (Tribunjabar/Daniel Andreand Damanik)

Akhirnya, pada sidang putusan, yang dikabulkan hakim hanya pembebasan NSF.

NSF disebut tak terbukti bersalah, baik dari keterangan seluruh saksi, hingga video yang diputar di persidangan.

Setelah NSF diputuskan bebas, pihak JPU pun langsung mengajukan kasasi.

NSF yang dinyatakan bebas terlihat menangis dan memeluk orangtua, serta kuasa hukumnya.

 Kasus Haringga Sirla- Terdakwa Usap Air Mata Setelah Sidang, Pengacara Minta Seorang Dibebaskan

Penyebab Tewasnya Haringga Sirla Setelah Dikeroyok

Dalam berkas dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum, Melur Kimaharandika di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (16/10/2018), disebutkan Haringga Sirla menjadi korban sweeping.

Setelah ketahuan mengantongi kartu anggota The Jakmania, Haringga Sirla pun dikeroyok massa hingga batang otangnya terputus.

Berdasarkan keterangan saksi dari suporter Persija Jakarta, Febri Ramadhan melihat ponsel dan dompetnya diperiksa sejumlah suporter Persib Bandung.

Dari sanalah asal muasal pengeroyokan Haringga Sirla di Stadion GBLA, pada 23 September lalu.

Saat mendengar teriakan ada anggota The Jakmania di Stadion GBLA jelang laga panas Persib Bandung vs Persija Jakarta, Haringga Sirla pun menjadi bulan-bulanan massa.

Korban dikeroyok orang banyak menggunakan kekuatan fisik mereka, seperti pukulan, injakan, dan tendangan.

Selain itu, pengeroyokan korban pun diketahui menggunakan balok kayu.

Lalu, korban pun sempat diserang menggunakan senjata berupa keling.

Pengeroyok Haringga Sirla pengguna keling ini ternyata masih di bawah umur.

Akibat pengeroyokan itu, Haringga Sirla mengalami luka parah yang menyebabkan korban tewas.

Dari hasil visum yang dibacakan jaksa, Haringga Sirla mengalami luka pada kepala, lecet pada anggota gerak atas.

Selain itu, korban pun mengalami memar pada wajah dan otak.

Tulang hidung dan leher korban pun disebut patah.

Korban mengalami pendarahan pada batang otak karena batang otaknya nyaris putus.

"Sebab mati orang ini akibat kekerasan tumpul pada leher yang menyebabkan patah tulang leher disertai putus batang otak dan pendarahan pada batang otak," kata Melur Kimaharandika, seperti diberitakan Tribun Jabar.

(Tribun Jabar/Widia Lestari)

Editor: Fidya Alifa Puspafirdausi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved