Terdakwa Korupsi Ini Sidang Pakai Kursi Roda, Kakinya Lumpuh Kena Stroke, Langsung Diboyong ke RS

Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Garut, drg Iman Firmanullah, terdakwa kasus korupsi pengadaan alat kesehatan di RSUD

Terdakwa Korupsi Ini Sidang Pakai Kursi Roda, Kakinya Lumpuh Kena Stroke, Langsung Diboyong ke RS
Tribunjabar/Mega Nugraha
Iman Firmanullah 

L‎aporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Garut, drg Iman Firmanullah, terdakwa kasus korupsi pengadaan alat kesehatan di RSUD Pameungpeuk, Garut langsung dibawa ke rumah sakit terdekat oleh sejumlah jaksa Kejati Jabar dari Pengadian Negeri Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Rabu (7/11/2018) seusai sidang pembacaan dakwaan.

Hal itu karena kondisi Iman Firmanullah yang mengalami kelumpuhan karena penyakit stroke yang dideritanya. Pantauan Tribun, Iman menjalani sidang dakwaan dengan duduk di kursi roda. Kondisinya yang lumpuh tak mampu menahan ‎tubuhnya untuk duduk dengan normal di kursi roda.

Sesekali, jaksa dan kerabat Iman Firmanullah harus membenarkan posisi duduk Iman‎. Usai sidang, Iman Firmanullah langsung dibawa ke ruang tunggu jaksa dan menunggu sekitar dua jam sebelum dibawa ke rumah sakit.

Di ruang tunggu jaksa, Iman Firmanullah tampak tak berdaya. Untuk minum pun, seorang perempuan memberikannya lewat sedotan. Termasuk saat ia terjatuh dari kursi roda, sejumlah jaksa langsung membopongnya kembali ke kursi roda.

Tempat Nasi Gratis Bandung, yang Mau Nyumbang Silakan Simpan, yang Mau Makan Silakan Ambil

Kemudian saat hendak dibawa ke rumah sakit, Iman Firmanullah kembali terjatuh di selasar pengadilan dari kursi rodanya sebanyak dua kali. Kedua kakinya tampak tidak bisa menekuk. Sejumlah jaksa pun kembali membopongnya ke kursi roda dan membawanya ke rumah sakit.

"Yang bersangkutan kami bawa dulu ke rumah sakit untuk memastikan kondisi kesehatannya. Untuk sidang dakwaannya sendiri sudah dibacakan tadi," ujar Erwin, jaksa dari Kejati Jabar‎ di PN Bandung.

Seusai pembacaan dakwaan, hakim belum menentukan sidang lanjutan kasus itu yang biasanya dilanjutkan pekan depan. Iman kemungkinan tidak ditahan.

"Untuk sidang selanjutnya belum ada putusan nunggu dulu pemeriksaan dokter," ujar Erwin.

Iman didakwa melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur di Pasal 2 dan 3 Undang-undang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 KUH Pidana. Kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp 4 miliar.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved