Melalui Program Jelajah Putri, Pendaki Wanita Ini Kejar Predikat The Explorers Grand Slam

Memiliki hobi mendaki gunung dan punya misi sosial yang begitu tinggi, Diansyah Putri Fitri Handayani (35) membuat program menarik

Melalui Program Jelajah Putri, Pendaki Wanita Ini Kejar Predikat The Explorers Grand Slam
Tribunjabar/Putri Puspita Nilawati
Putri Handayani, pendaki wanita yang memiliki misi menaklukan 7 Puncak, 2 Kutub, dan 7 Pilar Edukasi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Memiliki hobi mendaki gunung dan punya misi sosial yang begitu tinggi, Diansyah Putri Fitri Handayani (35) membuat program menarik yang bernama Jelajah Putri.

Jelajah Putri adalah sebuah misi menaklukan 7 Puncak, 2 Kutub, dan 7 Pilar Edukasi.

Tujuh puncak gunung yang akan ditaklukannya berada di 7 benua yaitu Puncak Kilimanjaro, Carstenz Pyramid, Elbrus, Aconcagua, Denali, Vinson Massif dan Everest.

Wanita yang akrab disapa Putri Handayani ini mengatakan jika ia berhasil menyelesaikan misi pendakian dan penjelajahan ini, ia akan mendapatkan predikat "The Explorers Grand Slam".

Predikat "The Explorers Grand Slam" akan diberikan ketika berhasil mendaki puncak tertinggi di 7 benua dan menjelajah dengan kaki ke Kutub Utara dan Kutub Selatan.

Saat ini predikat "The Explorers Grand Slam" telah didapatkan oleh 58 orang di seluruh dunia.

"Saya berharap bisa mendapatkan predikat ini. Jika berhasil, saya akan menjadi orang Indonesia dan perempuan Asia Tenggara pertama yang berhasil mendapatkan gelar ini," ujar Putri di Eiger Adventure Flagship Store di Jalan Sumatra No 23, Senin (5/11/2018).

Masa Pencarian Diperpanjang, tapi Banyak Tenda Posko Sudah Dibongkar, Hanya Basarnas yang Bertahan

Tak hanya menaklukan 7 gunung tertinggi, wanita kelahiran Sumatra Utara ini menggabungkan misi ekspedisi dan pendidikan.

Ketika mendaki, Putri akan berbagi ilmu dan pengalaman tentang science, technology, engineering, & mathematics (STEM) kepada anak-anak pedalaman di daerah yang didakinya, khususnya untuk anak-anak dan perempuan.

"Daerah-daerah terpencil biasanya banyak membutuhkan bantuan karena jarang ada pendaki yang secara natural akan berkegiatan di sana. Seharusnya pendaki bisa lebih sensitif akan masalah sosial, setidaknya bisa berkontribusi tentang edukasi," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Putri Puspita Nilawati
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved