Terkendala Pembebasan Lahan untuk Selesaikan Banjir Melong, DPKP Klaim Bukan Masalah Harga

Kendala yang dimiliki Pemerintah Kota Cimahi untuk menyelesaikan permasalahan banjir Melong saat musim hujan, satu diantaranya yakni pembebasan lahan

Terkendala Pembebasan Lahan untuk Selesaikan Banjir Melong, DPKP Klaim Bukan Masalah Harga
istimewa
Banjir di Melong, Kota Cimahi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Kendala yang dimiliki Pemerintah Kota Cimahi untuk menyelesaikan permasalahan banjir Melong saat musim hujan, satu diantaranya yakni pembebasan lahan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi, M Nur Kuswandana, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (4/10/2018).

Ia membantah masalah harga yang menjadi penghambat kesepakatan untuk melakukan pembebasan lahan tersebut, karena untuk penentuan harga pihaknya melibatkan apprasial atau penilaian.


"Intinya harga yang dibebaskan dari lahan itu tentu harga yang sesuai berdasarkan lahan itu sendiri," katanya.

Bahkan, kata dia, untuk masalah harga tersebut bukan hanya dilihat dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tetapi telah diperhitungkan dari sisi nilai sosial, ekonomi dan sebaginya.

Menurutnya, dengan penilaian yang dilakukan oleh konsultan ahli appraisal, harga lahan berdasarkan hasil analisis terhadap fakta-fakta yang objektif dan relevan dengan menggunakan metode berdasarkan nilai yang sebenarnya.

Tinggal di Dusun Terpencil di Tengah Kebun Teh, Warga Dusun Cisoka Berharap Adanya Listrik PLN

"Pembebasan lahan pun dikawal oleh Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah ( TP4D) yang terdiri dari unsur kejaksaan dan juga kepolisian. Sehingga tidak mungkin ada kekeliruan dalam pelaksanaanya," katanya.

Hal tersebut, kata dia, dilakukan agar pembangunan bisa berjalan sesuai dengan rencana.

Namun, kata dia, semua kebijakan tersebut tidak mungkin bisa memberikan 100 persen kenyamanan bagi warga, karena pasti ada beberapa warga yang merasa kebijakan yang dikeluarkan tidak memberi kenyamanan.

"Untuk itu kami mohon masyarakat harus bisa memahami hal tersebut," kata Nur.

Kendati demikian, pihaknya yakin untuk mengatasi banjir Melong tersebut bisa tuntas pada tahun 2020.

Pencarian Korban dan Evakuasi Lion Air Diperpanjang Sampai Tiga Hari ke Depan

Bupati Bandung Barat Janji Beri 1.000 Traktor untuk Petani, Kapan Diberikan?

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved