Kasus Ustaz Evie Effendi Dihentikan, Pembakaran Bendera Jalan Terus

Kasus Ustaz Evie Effendi dihentikan karena ada perdamaian, pembakaran bendera jalan terus.

Kasus Ustaz Evie Effendi Dihentikan, Pembakaran Bendera Jalan Terus
Kolase Tribun Jabar/Instagram @evieeffendie
Ustaz Evie Effendi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khuus (Ditreskrimsus) Polda Jabar memastikan penyidikan terhadap kasus dugaan penistaan agama terhadap Ustaz Evie Effendi dihentikan.

"Kasusnya sudah dihentikan karena sudah ada perdamaian," ujar Direkur Ditreskrimsus Polda Jabar, Kombes Samudi via ponselnya, Minggu (4/11/2018).

Penghentian penyidikan kasus ini dilakukan di tengah memanasnya isu pascapembakaran bendera pada apel peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Alun-alun Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, dua pekan lalu.

Dalam kasus itu, pembawa dan pembakar bendera ditetapkan tersangka dan dijerat Pasal 174 KUH Pidana. Ketiganya akan segera disidang tindak pidana ringan di Pengadilan Negeri Garut.

Tiga orang yang membakar bendera di Kecamatan limbangan meminta maaf atas insiden yang terjadi saat peringatan Hari Santri Nasional di Mapolres Garut, Selasa (23/10/2018).
Tiga orang yang membakar bendera di Kecamatan limbangan meminta maaf atas insiden yang terjadi saat peringatan Hari Santri Nasional di Mapolres Garut, Selasa (23/10/2018). (Tribun Jabar/Firman Wijaksana)

Kasus ini ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar dengan pelapor dari Ikatatan Pelajar NU.

"Berkasnya sudah dilimpahkan ke PN Garut karena ini kasus tipiring. Mudah-mudahan dalam waktu dekat segera disidangkan," ujar Direktur Ditreskrimum Polda Jabar, Kombes Umar Surya Fana belum lama ini.

Ditanya soal perbedaan terhadap penanganan ‎dua kasus tersebut, Samudi menegaskan penanganan tetap dilakukan secara proporsional. Dalam kasus itu, polisi menjerat Ustaz Evie Effendi dengan pasal terkait ujaran kebencian.

"Ada pencabutan surat laporan dari pelapor. Kedua pihak pada intinya sudah berdamai," kata Samudi.

Seperti diketahui, ceramah Ustadz Evie Efendi jadi viral dan kontroversial. Saat itu, ia menafsirkan Al Quran Surat Ad Duha ayat 7 yang menyebutkan soal Nabi Muhammad SAW.

Usai viral dan dilaporkan ke polisi, Evie mendatangi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar kemudian meminta maaf.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved