Sinyal yang Diduga dari CVR Black Box Lion Air PK-LQP Berhasil Ditangkap oleh Kapal Victory

Tim penyelam dari komandan pasukan katak (Kopaska) menemukan benda yang diduga kotak hitam atau black box kedua

Sinyal yang Diduga dari CVR Black Box Lion Air PK-LQP Berhasil Ditangkap oleh Kapal Victory
Tribun Jabar/Haryanto
sejumlah anggota Kopaska saat kembali dari operasi pencarian korban dan pesawat Lion Air di Tanjung Karawang, Sabtu (3/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG - Tim penyelam dari komandan pasukan katak (Kopaska) menemukan benda yang diduga kotak hitam atau black box kedua milik Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Karawang, Sabtu (3/11/2018), 

Benda yang diduga black box bagian Cockpit Voice Recorder (CVR) ini ditemukan lantaran memancarkan sinyal yang ditangkap oleh Kapal Victory milik Pertamina.

Hal tersebut dikatakan Komandan Satuan Kopaska Koarmada 1, Kolonel Laut Johan Wahyudi saat ditemui di pantai Tanjung Pakis, Karawang usai kembali dari operasi pencarian.

"CVR ini bagian dari pencarian kami, jadi tadi pagi pukul 10.00 WIB, kapal Victory menemukan melalui ping locater yang berasal sinyal dari kedalaman 38 meter," kata Johan.

Lion Air Jatuh di Karawang, Pengiriman 25 Bagian Tubuh Diduga Korban [VIDEO]

Ia menjelaskan bahwa alat yang menerima sinyal tersebut dapat menerima sinyal dengan frekuensi 3.70 kHz.

Pada frekuensi tersebut adalah sinyal yang dipancarkan oleh CVR.

Meski begitu, Johan belum bisa memastikan sinyal yang diterima di kapalnya itu adalah CVR atau black box kedua pesawat Boeing 737 MAX 8.

"Saya belum bisa memastikan, tapi sudah ditandai bahwa ada diduga sinyal CVR di lokasi itu," ucapnya.

Tim Penyelam Kopaska Kembali Temukan Puing Besar, Diduga Bagian Badan Pesawat Lion Air PK-LQP

Tidak berhenti sampai disitu, ia pun menurunkan tim penyelamnya untuk memeriksa lokasi dari sinyal yang diterima.

Sambil membawa alat khusus berupa Hand Held Sonar, Johan menyebut mengerahkan enam pasang penyelam.

Namun dari keenamnya, hanya satu pasang penyelam yang dapat menerima sinyal diduga dari CVR ke alat yang dibawanya.

"Dari enam penyelam, hanya satu penyelam yang mendengar sinyal berupa 'dung dung dung' seperti itu, dan itu diduga sinyal dari CVR," ujar dia menjelaskan.

Ia pun belum menginstruksikan untuk mengambil benda diduga CVR tersebut. Sebab, benda itu diduga juga terkubur di dalam lumpur yang cukup tebal dan belum bisa dipastikan benda itu adalah CVR.

Penulis: Haryanto
Editor: Yongky Yulius
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved