Breaking News:

TKW Majalengka Dieksekusi Mati

Tuti Tursilawati Dieksekusi Mati di Arab Saudi, Ridwan Kamil Inginkan Moratorium TKW ke Negara Rawan

Emil pun meminta kepada Kementerian Luar Negeri RI bersikap tegas terkait hal tersebut.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Ibunda Tuti Tursilawati, Iti Sarniti (kanan), saat ditemui di rumahnya di Desa Cikeusik, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, Rabu (31/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan rasa bela sungkawa dan menyesalkan eksekusi terhadap tenaga kerja Indonesia asal Kabupaten Majalengka, Tuti Tursilawati, di Arab Saudi, Senin (29/10/2018).

“Saya turut berduka cita dan kepada keluarga yang ditinggalkan mudah-mudahan diberi kesabaran. Juga saya menyesalkan karena Pemerintah Saudi Arabia tidak memberikan notifikasi,” ujar Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, di Bandung, Rabu (31/10/18).

Emil pun meminta kepada Kementerian Luar Negeri RI bersikap tegas terkait hal tersebut.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyeduh kopi untuk dibagikan kepada pengunjung pada gelaran Ngopi Saraosna Vol.6 di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (12/10/2018). Festival yang  diselenggarakan Pemprov Jabar pada 12-13 Oktober 2018 itu, diikuti lebih dari seratus petani dan pegiat kopi se-Jawa Barat yang diharapkan bisa lebih mengenalkan kopi Jawa Barat ke dunia internasional. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

Emil memohon supaya hubungan antar negara tidak terganggu, Kementerian Luar Negeri harus mengambil sikap dan tindakan yang sigap terkait masalah ini.

Atas peristiwa ini, Emil mengungkapkan pihaknya akan melakukan studi moratorium pengiriman pekerja nonformal ke luar negeri.

“Tapi jangka panjangnya kami bertekad lima tahun sedang men-study moratorium tidak boleh ada pengiriman tenaga kerja wanita (TKW) ke luar negeri yang rawan seperti ini,” katanya.

Selain itu, untuk mencegah hal yang sama tidak terulang kembali, Emil menjelaskan tujuan dari program Satu Desa Satu Perusahaan dan Kredit Mesra yang akan digulirkan pemerintahannya.

"Program ini diharapkan bisa menciptakan lapangan kerja baru di desa, sehingga warga desa tidak perlu mencari pekerjaan ke luar negeri. Satu Desa Satu Perusahaan, Kredit Masjid Sejahtera (Mesra) itu maksudnya agar mereka warga desa ada kerjaan,” jelas Emil. (*)

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Buntut Eksekusi Tuti Tursilawati, Ridwan Kamil Kaji Moratorium Pengiriman TKW ke Luar Negeri,

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved