BPKAD Bandung Barat Baru Terima Pelunasan Pajak Rp 1,1 Miliar, Ini 5 Tempat Usaha yang Masih Nunggak

Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Bandung Barat merilis hasil penempelan media peringatan Minggu lalu kepada wajib pajak yang menunggak pajak

BPKAD Bandung Barat Baru Terima Pelunasan Pajak Rp 1,1 Miliar, Ini 5 Tempat Usaha yang Masih Nunggak
Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama
Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) KBB saat menempelkan media peringatan pada wajib pajak yang menunggak pajak, Selasa (23/10/2018) di Lembang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Bandung Barat merilis hasil penempelan media peringatan Minggu lalu kepada wajib pajak yang menunggak pajak.

Kepala Bidang Pajak Daerah 1 BPKAD, Hasanudin menyebut dari 15 wajib pajak, ada 10 tempat usaha yang membayar pajak.

Dari jenis usaha restoran, kata Hasanudin yang telah membayar yaitu Dapoer Kayoe, sedangkan jenis usaha hotel yang telah membayar yakni Grand Hani, dan Hotel Mahkota.

Ridwan Kamil Cabut Pergub 54 Tahun 2018 Soal Pengupahan Buruh, Ini Alasannya

Resmi! UMP Jabar 2019 Diumumkan Ridwan Kamil, Berapa Besarannya?

Sudah Ada Titik Terang Posisi Badan Pesawat Lion Air JT-610

Kemudian, untuk jenis usaha air tanah yang sudah membayar di antaranya PT Lingga Kanaka Jaya, Sinar Sahabat Plastik, PT Falmaco Indonesia, PT Jaya Lestari Jasindo, Karya Lokal Manunggal Garmen, dan Hotel Narima (baru dibayar air tanah).

"Total tagihan dari 15 spanduk yang terpasang Rp 2.072.442.993 tetapi kini uang yang masuk Rp 1.107.492.808," ujarnya saat ditemui di kantornya, Kamis (1/11/2018).

Sesuai ketentuan yang berlaku, Hasanudin menegaskan berdasar Perbup pasal 16 ayat 1, jika selama 21 hari belum melunasi, maka akan kirim surat teguran hingga bahkan bisa diberikan tindakan penyitaan.

"Lima tempat usaha yang belum bayar tunggakan pajak itu, sampai saat ini kami belum tahu alasannya," katanya.

Kelima tempat usaha yang belum melunasi, di antaranya The Peak senilai Rp 302 juta, Restoran Sida Mulya Rp 33 juta beserta denda, Pondok Panorama Rp 16 juta beserta denda, Rumah Pinus Guess House Rp 48 juta, dan Grand Hani belum membayar pajak untuk jenis usaha air tanahnya Rp 21 juta. (*)

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved