Soal Pemanggilan James Riady, Ini Jawaban Wakil Ketua KPK

Sebelumnya, KPK memanggil 34 saksi dari Lippo Group, Pemkab Bekasi, dan Pemprov Jabar. Dari para saksi tersebut, KPK mendalami tiga hal.

DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com
CEO Lippo Group James Riady memenuhi agenda pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Selasa (30/10/2018). James tiba di gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 09.26 WIB. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Rencananya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memanggil CEO Lippo Group, James Riady, terkait kasus dugaan suap perizinan Meikarta, hari ini, Selasa (30/10/2018).

James Riady akan dipanggil untuk memberikan keterangan sebagai saksi.

"Yang dipanggil, semuanya menjelaskan sesuatu, belum tentu status berubah," ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, ketika ditemui di Balai Kota Bandung, Selasa (30/10/2018).


Meski tidak menyebut detil proses pemeriksaan, tetapi Saut mengatakan bahwa James Riady akan diminta menceritakan semua yang ia ketahui tentang proyek Meikarta.

Ia juga mengatakan bahwa sebenarnya KPK sudah memetakan peran setiap orang dalam kasus proyek pembangunan Meikarta.

"KPK sudah tahu peran setiap orang, sudah jelas, tapi ini orang yang bersangkutan memberi keterangan," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, KPK memanggil 34 saksi dari Lippo Group, Pemkab Bekasi, dan Pemprov Jabar.
Dari para saksi tersebut, KPK mendalami tiga hal.

Tes CPNS di Kabupaten Cirebon Ditunda untuk Waktu yang Belum Ditentukan, Peserta Kecewa

Pertama, rencana awal proyek dan pengurusan izin, kedua, mengenai rekomendasi Pemprov Jabar. Ketiga, asal-usul uang yang diduga sebagai suap.

Beberapa waktu lalu, sejumlah pejabat Pemkab Bekasi ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan KPK terkait proyek pembangunan Meikarta.

Pejabat Pemkab Bekasi yang ditangkap di antaranya adalah Kabid Tata Ruang Dianas PUPR Neneng Rahmi, Kepala Dinas PU dan Tata Ruang Jamaludin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Sahat MBJ Nahor, Kepala DPMPTSP Dewi Tisnawati, Kabid Dinas Kebakaran Asep Buchori, Mantan Kepala DLH Daryanto, staf Dinas DPMPTSP, Kasimin, dan Kepala Bidang Penerbitan dan Bangunan Dinas DPMPTSP Sukmawatty.

Kisah Endang, Setia Jadi Tukang Patri Meski Usianya Sudah Senja

Selain itu, Bupati Bekasi, Neneng Hassanah Yasin, juga saat ini menjadi tersangka dalam kasus ini.

Dilansir dari Kompas.com, Neneng dan para kepala dinas diduga dijanjikan uang Rp 13 miliar oleh pengembang Lippo Group.

Hingga saat ini, menurut KPK, baru terjadi penyerahan Rp 7 miliar.

Vanesha Prescilla Akan Tagih Janji Pidi Baiq Untuk Bertemu Milea Asli, Ingin Tanyakan Ini

Penulis: Theofilus Richard
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved