Perawat Dituduh Membunuh 200 Pasien Mulai Disidangkan di Jerman

Para penyidik kemudian menyimpulkan angka terakhir korban Hoegel adalah 200 orang tetapi mereka khawatir jumlahnya lebih banyak lagi karena . . .

Perawat Dituduh Membunuh 200 Pasien Mulai Disidangkan di Jerman
shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNJABAR.ID, BERLIN - Seorang mantan perawat Niels Hoegl, yang dituduh membunuh 100 orang pasien yang dia rawat, akan menjalani sidang perdana pada Selasa (30/10/2018).

Peristiwa ini dikutip Tribun Jabar dari Kompas.com, akan menjadi sidang kasus pembunuhan berantai terbesar di Jerman sejak Perang Dunia II berakhir.

Hoegel (41), sudah mendekam hampir satu dekade di penjara akibat kematian pasien, dituduh secara sengaja memberikan obat secara overdosis kepada para pasien.

Sidang yang akan digelar di kota Oldenburg, wilayah utara Jerman ini direncanakan berakhir pada Mei tahun depan.

BPJS Kesehatan Butuh Dana Kas Rp 7,2 Triliun, yang Dimiliki Sekarang Hanya Rp 154 Miliar

Tragedi Jatuhnya Lion Air JT 610 Jadi Sorotan Media India, Sebelumnya Pilot Unggah Foto Bareng Istri

KPK Terus Gali Aliran Dana Kasus Meikarta, Termasuk Kemungkinan Mengarah ke Pilkada Jabar

Sidang pertama ini akan lebih fokus pada pemaparan kasus menggemparkan ini yang akan diberikan jaksa penuntut.

Sedangkan Hoegel yang sedang menjalani hukuman penjara seumur hidup telah mengakui melakukan sederet pembunuhan itu.

Penyidik mengatakan, Hoegel setidaknya bertanggung jawab atas kematian 36 orang pasien di sebuah rumah sakit di Oldenburg tempatnya bekerja.

Sedangkan 64 orang lainnya meninggal dunia di sebuah klinik dekat kota Delmenhorst antara 2000-2005.

"Saya harap pengadilan menyatakan dia bersalah untuk setiap dakwaan sehingga keluarga korban bisa merasa tenang," ujar Petra Klein, pengurus kelompok advokasi korban Weisser Ring.

Sebanyak 126 orang kerabat korban menjadi penggugat diprediksi akan memenuhi ruang sidang di Oldenburg ditambah sekitar 80-an jurnalis.

Halaman
123
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved