Breaking News:

Pemilihan Rektor Unpad

Proses Pemilihan Rektor Unpad Diperpanjang, MWA Akan Lakukan Review dan Perbaikan

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua MWA Unpad, Rudiantara, seusai melakukan rapat pleno tertutup bersama para anggota MWA dan Menristekdikti

Penulis: Resi Siti Jubaedah | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Resi Siti Jubaedah
Konferensi pers hasil pleno tertutup MWA Unpad, di Jalan Dipati Ukur No.23, Bandung, Sabtu (27/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Resi Siti Jubaedah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinamika Pemilihan Rektor periode 2019-2024 (Pilrek) Universitas Padjadjaran kemungkinan harus dilakukan beberapa perbaikan dari prosesnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua MWA (Majelis Wali Amanat) Unpad, Rudiantara, seusai melakukan rapat pleno tertutup bersama para anggota MWA dan Menristekdikti, di Jalan Dipati Ukur No.23, Kota Bandung, Sabtu (27/10/2018).

"Kami sampaikan bahwa dalam proses ini sampai dengan tadi rapat pleno, ada dinamika dalam proses Pilrek ini. Dinamika ini kami sikapi dengan kemungkinan harus melakukan beberapa perbaikan dari proses. Bukan karena pengaduan individu, ini betul-betul karena proses, karna kami ingin menunjukkan dan meneraplan good governance," ujar Rudiantara.

Live Streaming Liverpool vs Cardiff City, Prediksi Pertandingan dan Prakiraan Susunan Pemain

BREAKING NEWS, Rumahnya Digeledah KPK, Ini Kata Ajudan Bupati Cirebon

Ketua Majelis Wali Amanat Unpad Rudiantara Menerima Surat dari Menristekdikti, Pilrek Unpad Ditunda?

Menurutnya, good governance yang ia maksud yaitu suatu proses yang transparan, yang sesuai kepada siapapun, bukan hanya kepada calon rektor yang mendaftar, tetapi juga kepada yang melakukan proses itu sendiri, dalam hal ini panitia pemilihan rektor.

"Karena ada review dari proses nanti kemungkinan akan ada perubahan proses. Nah sekarang sedang dilakukan review atas berdasarkan stakeholder utama," ujar Rudiantara.

Diperkirakan review tersebjut tidak lebih dari dua minggu, meski MWA masih memiliki waktu panjang karena berdasarkan aturan di Unpad, PP 51, paling lambat menetapkan rektor tiga bulan sebelum masa berakhirnya jabatan rektor, yakni 13 April 2019.

"Selama-lamanya bulan Januari, tepatnya 13 Januari, mereka sudah menetapkan rektor. Namun bukan berarti kita mengulurkan sampai nanti, kalo bisa lebih cepat, lebih bagus, tetapi jangan juga cepat-cepat, tapi governance-nya tidak baik. Jadi kita benar-benar governance yang baik agar hasilnya juga baik," ujar Rudiantara.

Diakui Rudiantara, MWA belum melakukan penilaian terhadap individu dari calon rektor, hanya fokus pada proses pemilihan rektor.

"Sejauhmana (review yang akan dilakukan) nanti kami belum bisa menyampaikan, tetapi tidak dari nol penjaringan, pendaftaran dan lainnya, tapi kita betul-betul hanya ingin good governance," ujar Rudiantara.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved