Satlantas Polres Purwakarta akan Menggelar Razia Knalpot Racing, Pelanggar Ditindak Tegas

Satlantas Polres Purwakarta akan menggelar razia terhadap kendaraan yang menggunakan knalpot yang menghasilkan suara bising atau lebih dikenal sebagai

Satlantas Polres Purwakarta akan Menggelar Razia Knalpot Racing, Pelanggar Ditindak Tegas
YUDHA
Ilustrasi knalpot racing. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Sebelum operasi zebra lodaya, Satlantas Polres Purwakarta akan menggelar razia terhadap kendaraan yang menggunakan knalpot yang menghasilkan suara bising atau lebih dikenal sebagai knalpot racing.

Knalpot racing tersebut dianggap telah mengganggu kenyamanan warga, sehingga perlu ditertibkan.

Kasat Lantas Polres Purwakarta, AKP Ricky Adipratama mengaku telah banyak menerima laporan mengenai knalpot yang mengganggu telinga itu.

Lebih Hemat! Menu Shabu-shabu di Ibis Style Bandung Braga Hanya Rp 99 Ribu untuk Dua Orang Lho

"Knalpot tersebut biasanya sudah dimodifikasi sedemikian rupa dan mengeluarkan suara yang memekakan telinga. Karenanya, perlu segera ditertibkan," kata Ricky saat dikonfirmasi di Mapolres Purwakarta, Ciseureuh, Purwakarta, Kamis (25/10/2018).

Oleh karena itu, hal tersebut harus ada penindakan untuk mengatasi dan menguranginya.

Cara mengatasinya, kata Ricky, satu di antaranya ialah dengan merazia kendaraan yang terbukti menggunakan knalpot bising.

Terkait Pembakaran Bendera di Garut, Ketum PP Muhammadiyah Mengimbau Seluruh Umat Islam Menahan Diri

Ia pun mengimbau kepada masyarakat Purwakarta yang masih menggunakan knalpot racing itu untuk segera diganti ke knalpot aslinya.

"Kalau masih tetap ada yang menggunakan, kami akan tindak tegas. Penggunaan knalpot itu juga menyalahi aturan yang berlaku," ucapnya.

Seperti diketahui, operasi zebra Lodaya 2018 juga akan digelar mulai tanggal 29 Oktober hingga 12 November 2018.

Soto Bandung Ala Station 8 Cafe & Resto, Kuliner Seharga Rp 15 Ribu di Kafe Kekinian Dekat Mal PVJ

Gelaran razia itu memprioritaskan pelanggaran yang dianggap rawan terjadi kecelakaan.

Antara lain, tidak menggunakan helem SNI, berkendara melebihi batas kecepatan, dalam pengaruh alkohol, tidak menggunakan safety belt, pengendara di bawah umur, menggunakan ponsel saat berkendara, dan berkendara melawan arus.

Penulis: Haryanto
Editor: Yongky Yulius
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved