Berkali-kali Ditertibkan, PKL Terus Kembali ke Alun-alun Cicalengka

Setelah ditertibkan oleh Pemerintah Kecamatan Cicalengka, beberapa hari kemudian, para pedagang kembali lagi menggelar dagangannya di fasilitas umum.

Berkali-kali Ditertibkan, PKL Terus Kembali ke Alun-alun Cicalengka
Tribun Jabar/ Hakim Baihaqi
Jalan Raya Cicalengka, penuh deretan pedagang kaki lima (PKL) yang menggelar dagangannya di bahu jalan, terutama di sekitar Gedung Nasional Cicalengka. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Kecamatan Cicalengka, beberapa kali telah melakukan penertiban para pedagang kaki lima (PKL) untuk tidak berdagang di fasilitas umum sekitar Alun-alun dan Masjid Besar Cicalengka, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung.

Namun setelah ditertibkan oleh Pemerintah Kecamatan Cicalengka, beberapa hari kemudian, para pedagang kembali lagi menggelar dagangannya di fasilitas umum, yakni di trotoar dan taman alun-alun.

Camat Cicalengka, Entang Kurnia, mengatakan, pihaknya disebut tidak melakukan penertiban kepada para PKL, sehingga menjadi banyak keluhan warga, terutama para pengendara roda dua dan empat.


"Eksekusi beberapa kali dilakukan, mereka kembali menempati lahan tersebut karena alasan perut," kata Entang kepada Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Kamis (25/10/2018).

Tidak hanya sekadar melakukan penertiban, kata Entang, merasa cara tersebut dianggap tidak adil, pihaknya ingin, nantinya PKL harus mendapatkan tempat yang layak, karena sebagian besar PKL warga lokal itu, telah berjualan hingga puluhan tahun.

Entang menambahkan, bila langsung menggusur para PKL dan mereka kehilangan mata pencahariannya, itu sama halnya dengan pemerintah yang merenggut hak para pedagang dan serta tidak manusiawi.

"Ini berkait dengan kehidupan mereka, maka kami tidak sembarang menertibkan seperti sebelumnya, untuk sementara kami minta untuk menempati dahulu Pasar Sehat Sabilulungan Cicalengka," kata Entang.

Pelaku Pembakaran Bendera di Garut Belum Jadi Tersangka, Ini Penjelasan Polisi

Arus lalu lintas di Jalan Raya Cicalengka, Desa Cicalengka Kulon, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, sekitar Alun - alun Cicalengka, kerap mengalami kemacetan, terutama pada waktu pagi hingga sore hari.

Dari pantaun Tribun Jabar, Kamis (25/10/2018), di Jalan Raya Cicalengka, ditemukan deretan pedagang kaki lima (PKL) yang menggelar dagangannya di bahu jalan, terutama di Alun - alun hingga Gedung Nasional Cicalengka.

Puluhan angkutan kota (angkot) berbagai trayek pun berhenti sembarang tempat, sehingga lalu lintas dari arah Bandung menuju Garut atau pun sebaliknya, mengalami hambatan saat melintasi jalan tersebut.

Kesaksian Wartawan Jepang yang Ditahan ISIS Selama 3 Tahun, Sering Dengar Suara Pesawat Tempur

Warga Kecamatan Cicalengka, menuding keberadaan PKL dan angkot yang berhenti disembarang tempat, menjadi biang kemacetan di Jalan Raya Cicalengka atau tepatnya di sekitar Masjid Besar Cicalengka, setiap harinya.

Seorang warga, Siti Rosidah (40), mengatakan, keberadaan PKL dan angkot yang berhenti di sembarang tempat sudah sangat menganggu para pengendara, sehingga pada waktu tertentu harus menghindari jalan tersebut.

"Apalagi di dekat situ kan ada sekolah dasar (SD), angkot juga suka ngetem sampai ke tengah jalan," kata Siti di Jalan Raya Cicalengka, Kamis (25/10/2018).

Soto Bandung Ala Station 8 Cafe & Resto, Kuliner Seharga Rp 15 Ribu di Kafe Kekinian Dekat Mal PVJ

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved