Persib Bandung

Analisis Kekalahan 1-0 Persib Bandung dari PSM Makassar: Main Seperti Tidak Percaya Diri

Pertandingan tadi sudah lebih baik, ada Oh In Kyun di tengah, Jonathan Bauman dan Patrich Wanggai di depan.

TRIBUN TIMUR / OCHA ALIM
TERJATUH-Gelandang Persib Bandung, Dedi Kusnandar terjatuh setelah ditekel gelandang PSM Rizki Pellu dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Rabu (24/10/2018). Persib akui keunggulan tim tuan rumah, 0-1. 

Analisis Oleh Sutiono Lamso

TRIBUNJABAR.ID, MAKASSAR - Persib gagal memenuhi target menang tiga poin saat melawan PSM Makasar di Stadion Andimatalata, kemarin.

Skor 1-0 menjadi akhir dari perebuatan peringkat pertama antara kedua tim.

Secara umum saya melihat sebenarnya tadi kedua tim bermain imbang, Persib dan PSM Makasar masing-masing memiliki peluang, cuma pemain Persib, Patrich Wanggai tadi kurang tenang ketika mendapat peluang, sebenarnya tidak perlu keras, arahkan saja bolanya.

Tapi, selain hasil akhir ada yang membuat saya tidak mengerti dengan Persib sekarang, biasanya Persib main di manapun penguasaan bolanya selalu bagus, tadi kelihatan dari babak pertama kalah, di babak keduanya juga tidak dominan.

Padahal, PSM Makasar dibabak kedua tidak terlalu banyak mendapat peluang berbahaya, saya melihat kok Persib ini bermainnya jadi seperti yang tidak percaya diri.

Saya menduga mungkin setelah beberapa kali tidak menang, ada rasa kurang percaya diri dari para pemain, atau mungkin karena ada tekanan juga.

Kalau melihat komposisi pemain, pertandingan tadi sudah lebih baik, ada Oh In Kyun di tengah, Jonathan Bauman dan Patrich Wanggai di depan.

Oh In Kyun dan Bauman juga bermain bagus, beberapa kali mereka berani masuk, membuka ruang dan menciptakan peluang, cuma belum ada yang menemui sasaran saja.

Untuk bangkit Persib harus bisa bermain tenang, dulu juga pernah tanpa Ezechiel dan Bauman tapi Persib bisa menang, tapi ini pemain sudah lengkap, tapi masih sulit menang.

Mungkin faktor percaya diri yang menurun, tidak seperti dulu. Sebetulnya yang menjadi pekerjaan rumah pelatih Roberto Carlos Mario Gomez sekarang adalah membangkitkan mental pemain, kalau tadi hasilnya bisa imbang, setidaknya tim bisa lebih percaya diri untuk pertandingan selanjutnya melawan Bhayangkara.

Kalau dengan menang satu kali saja, mental pemain bisa bangkit lagi, karena tadi secara permainan juga masih ada peluang.

Kans untuk menjadi juara saya melihat Persib masih ada yah, karena poin juga bedanya cuma lima dengan PSM Makasar.

Kembali ke jalur yang sudah dijalankan sebelumnya, jangan ada perasaan atau pikiran Persib akan dicurangi wasit atau federasi sehingga bermainnya tidak lepas, jangan ada pikiran seperti itu, main maksimal saja. (nazmi abdurahman)

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved