Breaking News:

Remaja Putri di Kabupaten Bandung Rentan Terkena Anemia, Pola Hidup Tak Baik Bisa Jadi Penyebabnya

Remaja putri di Kabupaten Bandung merupakan satu di antara beberapa kelompok yang rentan terkena penyakit anemia

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Yongky Yulius
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Grace Mediana (kanan), saat menghadiri pencanangan program minum tablet tambah darah (fe) pada remaja putri Gempita Rematri Sabilulungan 2018 di Kantor Kecamatan Ibun, Jalan Raya Ibun - Kamojang, Kabupaten Bandung, Rabu (24/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung, Grace Mediana mengatakan, remaja putri di Kabupaten Bandung merupakan satu di antara beberapa kelompok yang rentan terkena penyakit anemia atau jumlah sel darah merah lebih rendah dari jumlah normal.

Menurutnya, satu di antara beberapa penyebab remaja putri di Kabupaten Bandung terkena penyakit anemia, yakni karena menjalani pola hidup tidak baik dan perubahan gaya hidup.

"Usia remaja atau ABG, banyak yang suka mengurangi makan atau diet yang tidak seimbang, sehingga berakibat penurunan jumlah sel darah," kata Grace pada acara pencanangan program minum tablet tambah darah (fe) pada remaja putri Gempita Rematri Sabilulungan 2018. Kantor Kecamatan Ibun, Jalan Raya Ibun-Kamojang, Kabupaten Bandung, Rabu (24/10/2018).

Bupati Bandung Barat Aa Umbara: Kami Sangat Tidak Perlu Kereta Cepat

Berdasarkan informasi pihak Dinkes, anemia pada remaja putri di Kabupaten Bandung masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang besar, hal ini dikarenakan prelevansinya sebesar 12,9 persen.

Grace mengatakan, untuk menekan angka tersebut, pihak Dinkes Kabupaten Bandung berupaya melakukan langkah preventif, yaitu pencanangan minum tablet tambah darah (Fe) pada remaja putri.

"Remaja putri itu adalah calon ibu, mempersiapkan remaja putri dengan tablet fe untuk kemudian hari, karena mereka akan menjadi ibu dan hamil," katanya.

Cegah Stunting, Dinkes Kabupaten Bandung Beri Tablet Penambah Darah Bagi Remaja Putri

Program yang dilakukan oleh Dinkes Kabupaten Bandung ini, lanjut Grace, dilakukan untuk mencegah risiko anemia pada remaja putri, yang nantinya dikhawatirkan berpotensi melahirkan bayi dalam keadaan stunting.

Stunting adalah permasalahan kurang gizi kronis yang diakibatkan asupan gizi kurang, atau pun pemberian makan tidak sesuai, berakibat pada postur tubuh tidak maksimal dan rentan terserang berbagai macam penyakit lainnya.

Grace mengatakan, bila mudah terserang penyakit anemia, saat melahirkan dikhawatirkan akan terjadi perdarahan hebat yang berisiko pada keselamatan dan bayi.

Ada Jalan H Abas di Cirebon, Ini Kisah Heroik Pemilik Nama Ketika Menghadapi 2 Truk Tentara Belanda

"Karena perdarahan adalah satu di antara beberapa penyebab kematian pada ibu melahirkan," kata Grace.

Berdasarkan informasi, sekitar 106 ribu remaja putri di Kabupaten Bandung menjadi sasaran Dinkes Kabupaten Bandung untuk meminum obat tambah darah, usia remaja putri mulai dari 12 hingga 18 tahun.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved