Pihak Kecamatan Ibun Akan Pasangi Kerangkeng Besi di Sungai Kering yang Menjadi TPS Liar

Kerangkeng besi akan dipasangi di sungai kering, hal tersebut guna mencegah warga sekitar kembali membuang sampah di tempat yang bukan semestinya.

Pihak Kecamatan Ibun Akan Pasangi Kerangkeng Besi di Sungai Kering yang Menjadi TPS Liar
tribunjabar/hakim baihaqi
TPS liar di Kampung Paseh, Desa/Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, akan menutup tempat pembuangan sampah (TPS) liar sungai kering di Kampung Paseh, Desa Ibun, Kecamatan Ibun, setelah dilakukan pengerukan yang dilakukan oleh pihak kecamatan dalam waktu dekat.

Dalam penutupan ini, setelah semua sampah berhasil dikeruk, kerangkeng besi akan dipasangi di sungai kering, hal tersebut guna mencegah warga sekitar kembali membuang sampah di tempat yang bukan semestinya.

"Pengerukan akan dilakukan pada hari sumpah pemuda berhasil pihak dari organisasi masyarakat," kata Camat Ibun, Ika Nugraha di Kantor Kecamatan Ibun, Jalan Raya Ibun-Kamojang, Kabupaten Bandung, Rabu (24/10/2018).


Banyaknya warga yang membuang sampah tempat pembuangan sampah (TPS) liar, dikarenakan wilayah Ibun belum tersentuh fasilitas pengangkutan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung,

Ika mengatakan, pihak Kecamatan Ibun sebenarnya telah memiliki armada pengangkut sampah, tetapi belum memiliki izin dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung untuk membuang langsung ke tempat pembuangan akhir (TPA).

"Sehingga muncul - muncul TPS liar baru, menjadi kendala baru bagi kami," kata Ika.

Diberitakan sebelumnya, sungai kering di Kampung Paseh, Desa Ibun, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, kondisinya semakin mengkhawatirkan, dimanfaatkan oleh warga sekitar menjadi TPS liar.

Nekat Mau Tabrak Polisi, Empat Begal Lintas Kota Ini Tewas Ditembak

Dari pantauan Tribun Jabar, Selasa (23/10/2018), tumpukan sampah sungai kering tersebut, memiliki ketinggian dua-tiga meter dari permukaan tanah dan menimbulkan bau tidak sedap, yang dirasakan oleh warga setiap harinya.

Menganggu kenyamanan warga sekitar, tumpukan sampah di saluranà itu pun, merupakan sampah plastik rumah tangga, limbah medis, dan sampah kain yang diduga sengaja dari sejumlah pabrik di wilayah Kecamatan Ibun.

Memet (80), warga Kampung Paseh, mengatakan, sebelum menjadi TPS liar, sungai kering ini menjadi tempat penampungan air dari sungai besar di Ibun untuk keperluan pertanian, namun semenjak tidak menampung air, warga mulai memanfaatkan menjadi tempat pembuangan.

"Kira - kira ada sampah itu mulai 15 tahun lalu, pertama ada sampah itu sangat sedikit, tetapi sekarang sudah seperti gunung," kata Memet kepada Tribun Jabar di lokasi TPS liar Kampung Paseh, Kecamatan Ibun, Selasa (23/10/2018).

Kekuatan Gaib Soekarno Dipercaya, Istri Ungkap Kejadian Sebenarnya, Tongkat Ajaib dan Sisa Makanan

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved