Sidang Pengeroyokan Haringga

Dua Terdakwa Pengeroyok Haringga, Masing-masing Dituntut 4 Tahun dan 3 Tahun 6 Bulan Penjara

Dua terdakwa pengeroyokan terhadap Haringga Sirla, mendengarkan tuntutan yang dibacakan oleh jaksa penuntut umum dalam sidang

Dua Terdakwa Pengeroyok Haringga, Masing-masing Dituntut 4 Tahun dan 3 Tahun 6 Bulan Penjara
Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Terdakwa kasus pengeroyokan Haringga Sirla memasuki ruang tunggu ramah anak sebelum memasuki ruang sidang anak di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (16/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dua terdakwa pengeroyokan terhadap Haringga Sirla, mendengarkan tuntutan yang dibacakan oleh jaksa penuntut umum dalam sidang di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (23/10/2018).

Kedua tersangka ini termasuk dalam kategori anak di bawah umur yang bernisial ST dan DN. Karena masih di bawah umur, sidang pun berlangsung tertutup.

Seusai sidang, Dadang Sukmawijaya SH, pengacara terdakwa mengatakan, tuntutan kepada dua tersangka, berbeda-beda.

Pemkab Bandung Tahun Ini Renovasi 1.270 Unit Rutilahu, Kini Masih Tersisa 20.560 Unit Rutilahu

"Tersangka ST dituntut empat tahun dan DN selama tiga tahun enam bulan. Berkaitan dengan pasal, awalnya di surat dakwaan ialah pasal 338 dan pasal 170, namun yang terbukti oleh Jaksa ialah pasal 170 ayat 2, " kata Dadang di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa  (23/10/2018).

Dari tuntutan tersebut, majelis hakim yang menyidangkan kasus tersebut memberikan kesempatan kepada penasihat hukum untuk mengajukan pembelaan secara tertulis.

Hakim meminta kepada pihak pengacara tersangka untuk mempersiapkan nota pembelaan yang rencananya akan disidangkan pada Rabu (24/10/2018). Dadang mengatakan, khusus kasus anak, maka dari segi penahanan, ada batasan waktu.

Dari segi tuntutan tersebut, Dadang menilai  tuntutan disesuaikan dengan sifat perbuatan dari tersangka yang masih di bawah umur.

"Sifatnya spontanitas, kemudian tujuan akhirnya bukan seperti itu. Sifatnya terbawa kondisi emosional di lapangan. Secara psikologi, itu disebut swbagai psikologi massa," kata Dadang.

Pada aspek lain, Dadang mengatakan sistem peradilan anak tidak serta merta tersangka dipidana penjara, ada alternatif lain seperti percobaan atau dikembalikan kepada orangtua.

Hal tersebut dikatakan Dadang akan dituangkan dalam nota pembelaan (24/10/2018). Menurut Dadang, ada hal yang meringkankan kedua tersangka, yaitu bahwa keduanya tidak pernah dihukum dan menjelaskan secara jelas tanpa berbelit-belit saat proses pemeriksaan hingga persidangan.

Terhadap lima tersangka lainnya yang masih di bawah umur, menurut Dadang, hal itu akan digelar proses persidangan pada Kamis (25/10/2018).

Penulis: Daniel Andreand Damanik
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved