Kata Waria Tentang Para Pelanggannya: Mereka Bilang Sudah Bosan dengan Wanita, Ingin Sensasi Baru

Singkat cerita, Melani pun memutuskan minggat dari rumahnya dan merantau ke Bali hingga akhirnya ia menjadi PSK Waria.

Kata Waria Tentang Para Pelanggannya: Mereka Bilang Sudah Bosan dengan Wanita, Ingin Sensasi Baru
Yuta Onoda: Transgender
Ilustrasi 

TRIBUNJABAR.ID, DENPASAR - Dini hari sekitar pukul 04.20 WITA, sepanjang Jalan Bung Tomo, Ubung, Denpasar, begitu sunyi, Rabu dua pekan lalu.

Lampu-lampu penerangan jalan tak menyala.

Warung-warung kecil yang berderet hampir semua tertutup rapat.

Namun di tengah kesunyian itu, ternyata masih ada sejumlah orang dengan pakaian seksi, makeup tebal, dan rambut panjang yang duduk-duduk di atas motor di pinggir jalan seraya menghisap rokok.

“Hai, mau ke mana, sini..,” sapanya dengan nada menggoda sembari melambaikan tangan ketika Tribun Bali melintas di depannya.

Tribun Bali pun berhenti dan mendekati “makhluk-makhluk seksi” yang merupakan wanita pria (waria) tersebut.

Sejumlah waria memang tiap hari mangkal di kawasan Bung Tomo dari malam hingga dini hari.

Satu di antaranya adalah Melani --bukan nama sebenarnya.

Dari pengakuannya, Melani sudah 15 tahun mangkal di kawasan Bung Tomo.

Mengapa Melani bisa terjerumus sebagai waria?

Halaman
1234
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved