Ini Alasan Bendera Hitam Dibakar saat Acara Hari Santri di Garut

Peristiwa pembakaran bendera hitam bertuliskan kalimat berbahasa arab oleh oknum Banser di Kecamatan Limbangan, Garut dibenarkan Ketua GP Ansor Jabar

Ini Alasan Bendera Hitam Dibakar saat Acara Hari Santri di Garut
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman bersama Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, Dandim 0611/Garut dan para ulama berkumpul di Polsek Limbangan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Peristiwa pembakaran bendera hitam bertuliskan kalimat berbahasa arab oleh oknum Banser di Kecamatan Limbangan, Garut dibenarkan Ketua GP Ansor Jabar, Deni Haedar.

Menurut Deni, kejadian tersebut memang terjadi di Alun-alun Limbangan saat perayaan Hari Santri Nasional.

"Iya berdasarkan konfirmasi dari pengurus Ansor Garut. Iya di Limbangan," ujar Deni saat dihubungi, Senin (22/10/2018).

Aksi pembakaran terjadi secara spontan saat anggota Banser melihat ada bendera yang dibawa ke acara Hari Santri Nasional di Limbangan. Dari persepsi Banser Garut, bendera tersebut merupakan atribut Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

"Persepsi teman-teman itu bendera HTI dan ada kalimah tauhidnya. Makanya untuk menjaga kesuciannya, daripada terinjak ya dibakar," katanya.

Hari Santri Nasional, Detik-detik Ribuan Santri Jalankan Resolusi Jihad dan Pertempuran 10 November

Hari Santri Nasional, Ribuan Santri Menyemut di Dadaha Tasikmalaya, Maruf Amin Direncanakan Hadir

Jika bendera itu tercecer, Deni menyebut bisa lebih berbahaya. Hanya saja cara membakar dan lokasinya tidak tepat.

"Kita tidak tahu itu (bendera) ketemu di mana," ucapnya.

Terkait pelaku pembakaran, Deni mengaku belum mengetahui secara spesifik.

Heboh Video Pembakaran Bendera 

Halaman
12
Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved